
LAMONGAN (global-news.co.id) – Banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan akibat luapan bengawan Jero, akhirnya mendapat perhatian pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi pun mematok anggaran Rp 7 miliar untuk normalisasi Bengawan Jero.
Proyek normalisasi ini menjadi program andalan bupati Yohronur dalam 100 hari dia bekerja. Selain itu, bupati yang baru dilantik ini juga focus dengan beberapa program lainnya, seperti perbaikan infrastruktur dengan programnya Jalan Mulus Lamongan (Jamula).
“Selaras dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur dalam penyelesaian banjir termasuk permasalahan tanggul, saluran irigasi dan jalan, terlepas itu kewenangan kabupaten, provinsi atau nasional, Pak Bupati (Yuhronur Efendi) saat ini juga tengah mengupayakan perbaikan dan normalisasi daerah irigasi Bengawan Jero,” kata Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Lamongan, Arif Bakhtiar, Rabu (31/3/2021).
Normalisasi dan perbaikan itu dimulai dari Kecamatan Pucuk, Maduran, Karanggeneng, Kalitengah, Turi, Karangbinangun dan Glagah.
Arif menambahkan, akan dilakukan normalisasi kali di daerah Bengawan Jero dengan total anggaran sebesar Rp 7 miliar. “Telah disiapkan total anggaran Rp 7 miliar untuk normalisasi kali di daerah Bengawan Jero seperti Kali Malang, Kali Corong dan beberapa kali sekunder. Termasuk normalisasi jaringan irigasi,” ungkapnya.
Tak hanya fokus pada penanganan banjir, Pemkab Lamongan melalui BPBD juga sudah menyalurkan total 3.500 paket sembako non beras bagi masyarakat terdampak banjir yang berisi 2 kg gula, 2 liter minyak goreng, 1 kaleng sarden, 1 botol kecap, 10 bungkus sereal dan 10 bungkus mie instan per paket.
“3.500 paket sembako tersebut disalurkan di 30 desa di 5 kecamatan terdampak banjir, ” katanya.
Ditanya cadangan beras, Arif Bakhtiar mengungkapkan, cadangan beras pemerintah (CBP) bulan Januari 2021 sebanyak 41.462 ton, pada Bulan Maret ini sebanyak 57.184 ton. Sehingga, total CBP di Lamongan sebanyak 98.646 ton. “Aman, apalagi saat ini juga sudah masuk musim panen di luar wilayah tambak, Karangbinangun, Glagah, Deket, Kalitengah, Turi dan sebagian Karanggeneng,” pungkasnya. trb

