Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Reuni Stikosa-AWS 83 Penuh dengan Kenangan

Peserta Reuni Stikosa-AWS 83 Berpose bersama.

Tonton video Reuni Stikosa-AWS 2026:

SURABAYA (Global-News.co.id)- Untuk kesekian kalinya, Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) menggelar reuni, Minggu (25/1/2026). Acara yang berlangsung di kantor Global Media Group, Jl. Cipta Menanggal VI/7 Surabaya ini diikuti 25 alumni angkatan 1983-1984. Acara reuni berlangsung dengan penuh persaudaraan.

Reuni kali ini berlangsung dengan penuh persaudaraan dan kenangan. Sejumlah alumni melantunkan lagu dangdut hingga lagu kenangan. Mereka itu seperti Asnawita. Dikenal sebagai penyanyi dangdut Surabaya era 1980-2000, wanita enerjik ini melantukan sejumlah lagu dengan suara yang merdu.

“Sisa-sisa suara masih ada-lah. Di sini saya ingin menghibur teman-teman saya. Silaturahim kan baik. Reuni seperti ini baik. Setidaknya kita bisa menyapa, tatap muka dengan teman,” kata Asnawita, adik kandung Anna Sanjaya, penyanyi dangdut asal Surabaya.

Tampil juga H. Saiful dengan membawakan sejumlah lagu dangdut. Suaranya yang lumayan merdu dipoles dengan joget halusnya membuat peserta reuni terhibur.

Silapawana dengan gitarnya menyanyikan sejumlah lagu pop. Suaranya yang sedikit serak, Sila, begitu dia dipanggil, mendapat applaus dari peserta reuni.

Lagu-lagu kenangan dibawakan dengan apik oleh senior Mas Hardjo. Lagu-lagu lawas Koes Plus dinyanyikan dengan merdunya. Tak kalah pentingnya Abah Sobri juga menyumbang lagu dangdut.

Dalam sambutannya, Dr. Dhimam Abror, Penasehat alumni mengatakan, “Sakduluran Saklawase” harus kita pegang teguh oleh para alumni. “Ada kerikil diantara kita itu sudah biasa. Kalau sudah menyangkut alumni hilangkan persoalan itu. Satu sama lain harus mengalah. Sabar. Apa yang kita cari seusia kita yang rata-rata umurnya 62 tahun, kalau bukan persaudaraan. Ayo pererat tali persaudaraan diantara kita saklawase,” katanya.

Sementara itu, Mas Nowo, Ketua Perkumpulan Alumni pada acara tersebut mengajukan pengunduran dirinya sebagai ketua. Dia meminta untuk dievaluasi kinerjanya. Apakah bermanfaat dan apa sudah benar.

Mendengar itu, hadirin menolaknya. Beliau diminta untuk terus memimpin komunitas ini. “Kalau begitu, karena ini permintaan teman-teman, saya siap untuk meluangkan waktu. Tolong saya dikoreksi kalau ada kebijakan yang kurang tepat,” kata Mas Nowo.

Pada acara tersebut, para alumni berdoa bagi teman-teman yang saat ini sedang sakit. Semoga Allah memberikan kesembuhan. Acara reuni yang berlangsung sekitar pukul 11.30 berakhir pukul 15.00 dengan ditandai pembacaan doa oleh Abah Sobri. (Erfandi Putra)

baca juga :

Vaksinasi Anak 6-11 Tahun, Orangtua di Surabaya Antusias Antarkan Anaknya

Redaksi Global News

PCNU Kota Surabaya Minta Polisi Cegah Dilaksanakannya Pra-MLB NU

gas

Walikota Blitar Bagikan Rastrada di 7 Kelurahan

Redaksi Global News