
SURABAYA (Global-News.co.id) – Setidaknya 45 anggota jemaah haji KBIH Talang Emas yang menunaikan haji pada 2006 untuk kesekian kalinya menggelar silaturrahim di kediaman H. Salatoen dan Hj Elly di perumahan Dian Regency 2, Jl. Sukolilo Mulia I No 27 Surabaya, Minggu (1/2/2026).
“Pada acara ini atau tahun 2026, tepat kita bersama-sama menunaikan ibadah haji. Jadi sudah 20 tahun kita bersama menunaikan haji bersama. Waktu itu nama KBIH-nya bermana Talang Emas. Semoga kita tetap diberikan kesehatan,” kata Ardhy Soedarno, Ketua Alumni Haji Talang Emas.

Dalam tausyiahnya KH. Syamsul mengatakan, barang siapa menjadi manusia baik di akherat tentunya harus melewati kematian dulu. “Kematian yang bagaimanakah supaya baik di akherat. Tentunya harus melewati ujian supaya khusnul hotimah,” katanya.
Ada empat kematian yang menentukan manusia. Ada 4 bagian kematian.
1.Adakala sejak akil baliq baik ibadahnya, tetapi menjelang ajal bermaksiat. Ini tidak khasanah.
2 Adakalanya sejak akil baliq tak beribadah, tapi menjelang kematiannya bertobat.
3.Mulai akil baliq hingga kematian terus beribadah.
4.Mulai akil baliq sampai ajal datang tak beribadah.

Dikatakan, dalam kita beribadah kepada Allah jangan dikotori karena kelakuan kita tak benar. “Mudah-mudahan, perkumpulan ini menjadi kumpulan baik,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, manusia diberi 3 kekuatan oleh Allah. Pertama kekuatan akal. Kedua kekuatan nafsu dan ketiga kekuatan amal.

Kalau akal bisa mengendalikan nafsu ini manusia baik. Lebih mulya dari malaikat
“Kalau akalnya digunakan untuk nafsu, maka seperi binatang manusia itu,” katanya
“Mari kita gunakan akal ini dengan baik. Jangan kalah dengan atau dikuasai nafsu,” pungkasnya.
Di acara itu juga diadakan pembacaan tahlil dipimpin oleh H. Abbas. Doa dibacakan oleh KH Chomaidy.
“Saya atas nama keluarga mohon maaf bila ada kekurangan dalam gelaran acara ini,” kata H. Salatoen, tuan rumah. (H. Erfandi Putra)

