
SAMPANG (Global-News.co.id) – Pengembangan Wiraraja Madura Industrial Estate (WMIE) III di Madura memasuki babak baru. PT Wiraraja Madura Internasional resmi menggandeng investor dari China dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk membangun kawasan industri sekaligus utilitasnya.
Pertemuan strategis itu difasilitasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Jumat 11 September 2026.
Dua mitra internasional yang terlibat adalah Suzhou Artisans Decoration Engineering Co., Ltd. (SADE) dari Tiongkok dan ODASCO LLC dari Dubai, UEA. SADE akan membangun pabrik manufaktur furnitur di lahan 10 hektare dengan estimasi investasi USD 10 juta. Sementara itu, ODASCO fokus pada penyediaan infrastruktur dan utilitas kawasan, seperti pengolahan air dan energi.
Menanggapi rencana tersebut, PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Faisol Ansori menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Sampang untuk mengkaji dampak investasi.
“Kami menyambut baik rencana investasi tersebut. Kami berharap kehadiran investor dari Tiongkok dan Uni Emirat Arab ini dapat memberikan dampak positif, terutama dalam membuka lapangan kerja baru sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sampang,” ujarnya Rabu (16/9/2026).
Ia menjelaskan, sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Sampang akan mengkaji peluang dan kebutuhan yang muncul dari rencana tersebut.
“Hasil kajian ini nantinya akan menjadi dasar bagi kami untuk menyiapkan langkah-langkah strategis, agar masyarakat lokal dapat terlibat dan ikut merasakan manfaat dari investasi ini,” katanya.

Senada, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sampang Alan Kaisan mendorong agar Sampang dipersiapkan menjadi bagian dari rantai pasok industri.
“Secara umum, kehadiran industri di Madura tentu berdampak. Kebutuhan terhadap bahan baku dan barang penunjang pasti akan meningkat. Oleh karena itu, Kabupaten Sampang perlu mulai mempersiapkan diri untuk dapat berkolaborasi dan menyediakan apa yang dibutuhkan oleh para investor dari China dan UEA,” tegasnya.
Alan Kaisan, Politisi Partai Gerindra tersebut menegaskan, pemerintah daerah wajib melakukan persiapan. Jika investor merencanakan industri furnitur, energi, dan sektor lainnya, maka kita harus memastikan ketersediaan bahan-bahan yang dibutuhkan.
“Untuk itu, pemerintah dapat berinvestasi, bekerja sama, atau mengajak masyarakat untuk menyiapkan komoditas yang menjadi kebutuhan industri tersebut,” pungkasnya. (Sof)

