Global-News.co.id
Madura Utama

Balap Liar Dialihkan ke Wadah Formal dengan Standar Keamanan

Akmalul Firdaus
Akmalul Firdaus

PAMEKASAN (Global- News.co.id )- Maraknya balap liar di Pamekasan
mendapat perhatian Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata. Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Akmalul Firdaus saat ditemui wartawan Global News di ruang kerjanya, di Jalan Darma nomor 12 Pamekasan, Senin (11/ 05/2026), mengatakan, pihaknya banyak mendapat laporan keluhan masyarakat adanya balap liar, yang notabene pelakunya para pemuda, sehingga membuat masyaraķat resah utamanya di jalur- jalur khusus di jalan kota Pamekasan.

Menyikapi hal tersebut, untuk antisipasi semakin maraknya pemuda yang hobi balapan motor, pihaknya berkoordinasi dengan pihak- pihak terkait, seperti Satuan Polisi Pamong Praja, Kepolisian Resor Pamekasan dan juga Ikatan Motor Indonesia ( IMI ) untuk mengarahkan pehobi balap motor utamanya pemuda.

” Saya telah berkoordinasi dengan Ikatan Motor Indonesia ( IMI ) untuk mewadahi para pemuda dengan memberi fasilitas khusus untuk area lintasan balap,sehingga pemuda tersebut bisa mengembangkan bakatnya,tidak balapan liar di jalanan,” ungkapnya.

Upaya pembinaan pemuda bertujuan mengarahkan hobi balap liar ke arah yang lebih positif dan terukur. Untuk itu IMI kedepan akan mengadakan kajian utamanya kebutuhan lintasan.

Sebab terdapat perbedaan kebutuhan infrastruktur antara kebiasaan pelaku balap liar ( drag race) dengan fasilitas yang di stadion ( road race) sehingga memerlukan kajian lebih lanjut.

Penanganan balap liar tidak hanya sekedar memindahkan lokasi, tetapi harus memenuhi standart keamanan IMI, baik dari sisi perlengkapan pembalap maupun kondisi lintasan. Balap liar yang biasanya dilakukan di jalanan tanpa pengamanan akan dialihkan ke wadah formal dengan standart keselamatan yang ketat.(roz).

baca juga :

Lapangan Masih Direnovasi, Persik Latihan di Boyolali

Rencana Jangka Panjang Bersama Persebaya, Aji Siap Orbitkan Talenta Muda

Redaksi Global News

Doa Bonek untuk Aremania Korban Tragedi Kanjuruhan

Redaksi Global News