
MOJOKERTO (global-news.co.id) – Mengoptimalkan potensi lokal menjadi peluang destinasi baru di Kota Mojokerto. Itulah ajakan yang dilakukan Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari.
Itu disampaikan saat mengukuhkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari Kecamatan Prajuritkulon, bertempat di Ruang Sabha Mandala Madya Balai Kota Mojokerto, Kamis (21/10).
“Saya berharap agar masing- masing kelurahan juga memiliki branding pariwisata masing-masing sesuai apa yang menjadi unggulan di tempat tersebut,” katanya.
Menurut orang nomor satu di Pemkot Mojokerto ini, selain jejak sejarah Kerajaan Majapahit, banyak jejak sejarah yang bisa diangkat untuk memajukan Kota Mojokerto, salah satunya sejarah sang Proklamator.
Seperti diketahui menurut buku sejarah, delapan tahun Soekarno kecil yang dulu bernama Koesno tinggal dan bersekolah di Kota Mojokerto. Selama empat tahun bersekolah di Sekolah Dasar Ongko Loro, yang kemudian dilanjutkan di Sekolah Dasar berbahasa Belanda ELS. Kedua sekolah itu pun kini sudah dijadikan cagar budaya oleh Pemkot Mojokerto.
“Kami berharap melalui forum ini akan bisa lebih terarah, bagaimana memublikasikan, dan bagaimana memajukan pariwisata di Kota Mojokerto. Kalau semua bergerak maka pariwisata di Kota Mojokerto akan semakin maju,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk mewujudkan Kota Mojokerto menjadi Kota Pariwisata dibutuhkan kerjasama dan sinergi antara Pemerintah Kota Mojokerto dengan masyarakat. “Bagaimana pun masyarakat berkontribusi ikut mempromosikan wisata di Kota Mojokerto,” ujarnya. (kmf, ojo)

