Global-News.co.id
Kesehatan Utama

Ada Riwayat Keluarga, Segera Cek Jantung, Jangan Tunggu Sakit!

Pakar dan konsultan bedah jantung dari CVS Malaysia, Dato’ Dr Mohamad Arif Muhammad Nor, saat berkunjung ke Surabaya.

SURABAYA (Global-News.co.id) – Setiap individu potensi mengalami masalah dengan jantungnya. Dan pada mereka yang memiliki riwayat keluarga punya masalah dengan jantung, potensinya lebih besar.

Menurut pakar dan konsultan bedah jantung, Dato’ Dr Mohamad Arif Muhammad Nor, kalau ada riwayat keluarga, segerakan untuk periksa. “Jangan tunggu sakit baru periksa,” tandas dokter bedah jantung dari Cardiac Vascular Sentral (CVS) Malaysia ini saat berkunjung ke Surabaya.

Dengan memeriksakan diri, lanjut Dato’, kita bisa lebih menjaga diri. Caranya, dengan memerbaiki gaya hidup, pola makan, dan beraktivitas fisik.

Beberapa jenis penyakit jantung yang kerap terjadi di antaranya jantung koroner, aritmia, gagal jantung, penyakit katup jantung, dan kardiomiopati (penebalan pada otot jantung).

Diungkapkan, risiko penyakit jantung itu lebih tinggi terjadi pada laki-laki ketimbang perempuan. Namun pada perempuan yang sudah menopause risikonya sama dengan laki-laki.

Penanganan penyakit jantung dengan kondisi tersebut secara konservatif dilakukan dengan operasi bedah terbuka. Dalam hal ini dokter akan terlebih dulu memotong tulang di dada. “Ini tentu lebih sulit dan berisiko komplikasi dan infeksi,” ujar Dato’ yang menyelesaikan seluruh pendidikan kedokterannya di Universitas Kebangsaan Malaysia.

Seiring perkembangan teknologi, penanganan gangguan jantung itu bisa dilakukan dengan minimal invasif. “Bedah jantung minimal invasif ini hanya akan meninggalkan bekas jahitan lebih kecil ketimbang bedah terbuka,” terang dokter yang pernah mengikuti fellowship bedah kardiotoraks di Britania Raya ini.

Dijelaskan, bedah invasif yang dilakukan dengan cara menyayat bagian paha (pembuluh darah di kaki) untuk mem-bypass sumbatan. Sementara di dada pasien dilakukan pembedahan kecil untuk “membetulkan” jantung yang tersumbat karena katupnya bermasalah.

“Namun minimal invasif ini tidak boleh untuk kondisi yang sangat kompleks, seperti gagal jantung karena otot jantung yang terlalu lemah memompa darah ke seluruh tubuh,” kata Dato’ yang sebelumnya bekerja di rumah sakit pemerintah Malaysia selama 33 tahun.

Dibanding bedah jantung konvensional, bedah minimal invasif ini lebih singkat waktunya. Begitu pun recovery-nya lebih cepat. Namun diingatkan, mereka yang sudah menjalani tindakan ini harus benar-benar menjaga pola makan dan menjalani hidup sehat. “Sebab kalau gangguan jantung itu terjadi lagi, harus dilakukan operasi bedah terbuka atau bedah konvensional,” kata Dato’ yang selama 2025 melaksanakan 250 kali operasi jantung.

Penyumbatan jantung bisa terjadi karena diet yang tidak sehat, gaya hidup. Apalagi kalau ada riwayat keluarga.

“Kalau di daerah orang bekerja di sawah membutuhkan banyak tenaga. Di kota, yang bekerja di kantor energinya berlebihan disimpan di badan dalam jadi lemak atau kolesterol,” ujarnya.

Faktor risiko lainnya penyakit hipertensi, diabetes, psoriasis yang menyebabkan peradangan dinding pembuluh darah hingga mengalami penebalan, obesitas, serta faktor yang tidak dapat diubah yaitu umur.

Untuk pencegahan Dato’ mengingatkan pentingnya menjaga pola makan, beraktivitas fisik, hindari obesitas, alkohol dan rokok, serta kelola stres.(ret)

 

baca juga :

Soal Tarif PDAM, Warga Surabaya Sepakat Naik Diiringi Peningkatan Kualitas

Redaksi Global News

Selena Gomez Akui Pacaran dengan Benny Blanco

Redaksi Global News

Jenuh, Titi – Tian Renovasi Rumah

Redaksi Global News