Global-News.co.id
Madura Utama

Diduga Gelapkan Uang Masjid, Pak Haji Inisial “S” Dipolisikan Takmir Masjid

SAMPANG (global-news.co.id) – Diduga menggelapkan dana masjid, pak haji berinisial “S” mantan Ketua Takmir Masjid As-Syuhadak, Kelurahan Dalpenang Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang, dilaporkan ke Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Sampang, Kamis (4/7/2024).

H. Eka Dharma Wahyudi, SP, selaku ketua Takmir Masjid As-Syuhadak, periode 2024-2027, bersama pengurus Takmir Masjid lainnya melaporkan dugaan tindak pidana penggelapan uang Takmir Masjid senilai Rp. 62.000.000 dari 2 rekening bank berbeda atas nama Takmir Masjid As-Syuhadak.

Hal ini dijelaskan H. Eka di depan awak media di Latera Cafe.

“Temuan kami, ada sejumlah penarikan uang tersebut oleh terlapor S, masing-masing di Bank Sampang sebesar Rp.45.000.000 dan BSI sebesar Rp. 17.000.000, yang kuat dugaan dipakai pribadi S,” kata H. Eka didampingi 2 pengacara atau kuasa hukumnya H. Bahri, SH, M.Hum dan Abd Razak, SH, M.Hum.
Hadir pula Ketua RT 02 RW 05 Mujianto, yang sekaligus Wakil Ketua Takmir Masjid, Bambang Sutrisno Sekretaris Takmir Masjid, H. Abdul Qodir Bendahara Takmir Masjid As-Syuhadak, dan H. Moh. Said selaku penanggungjawab Perlengkapan Umum.

Dia menjelaskan kronologi temuan dugaan penggelapan dana Masjid hingga dilaporkan ke Reskrim Polres Sampang.

Dijelaskan H. Eka, dugaan penggelapan uang masjid oleh terlapor S diketahui sejak pergantian pengurus pada awal tahun 2024. Kala itu, tidak ada laporan apapun saat pergantian pengurus. Begitupun tidak ada transparansi dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana kas masjid yang dikumpulkan melalui kotak amal dan sumbangan donatur lainnya.

“Saat kami telusuri, tercatat dalam buku rekening BSI dan BPRS Sampang, ada penarikan uang sebesar Rp. 62.000.000, dari saldo seluruhnya sebesar Rp. 65.130.401. Tapi saat diminta pertanggungjawaban tidak ada laporan, untuk apa dan dipergunakan kemana itu tidak jelas,” ujarnya.

Menurutnya, membawa persoalan ini ke ranah hukum merupakan solusi terakhir sebab sebelumnya telah dilakukan upaya secara musyawarah atau mediasi dengan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari para ulama, Forkopimcam, hingga Dewan Masjid Indonesia.

“Saat mediasi tidak menemukan titik terang, artinya terlapor tidak sedikitpun mengaku, malah salah satu dari kami yakni, Said dilaporkan oleh S ke Polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik,” terangnya.

Di tempat yang sama, Penasehat Hukum H. Bahri menyampaikan, laporan atas dugaan penggelapan dana masjid ini juga sebagai reaksi dari para Takmir Masjid As-Syuhada karena salah satu kliennya dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik.

“Kami berharap laporan dugaan penggelapan ini segera ditindaklanjuti oleh Polres Sampang agar perkara ini menemukan titik terang dan memberikan efek jera kepada terduga pelaku,” tegasnya.

Sementara, hingga berita ini diturunkan, terlapor Pak haji berinisial S, tidak merespon saat akan dikonfirmasi, baik panggilan telepon maupun pesan pribadinya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo, melalui Kepala unitnya, Brigpol Ahmad Syahrial Fajaryanto membenarkan atas laporan tersebut. Saat ini perkara itu ditangani jajarannya di mana terlapor diancam dengan hukuman sesuai Pasal 374 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman penjara sedikitnya 2 tahun 6 bulan. (tur)

baca juga :

Kapolresta Sidoarjo Turun Langsung Door to Door Bagikan Daging Qurban ke Warga Terdampak Pandemi Covid-19

gas

Peringatan Maulid Nabi SAW, Gubernur Khofifah Ajak Umat Islam Sempurnakan Akhlak

Redaksi Global News

Polres Madiun Amankan Ibu Pembakar Bayi

gas