Global-News.co.id
Kesehatan Utama

Pandemi Berdampak pada Tumbuh Kembang Anak, Tantangan Para Orangtua Semakin Kompleks

Psikolog Ajeng Raviando dan dr Lazuardi Putra dalam kegiatan A+Masterclass yang digelar Enfagrow.

SURABAYA (global-news.co.id) – Banyaknya perubahan secara signifikan yang terjadi selama pandemi Covid-19 ternyata bukan hanya dirasakan berat oleh orang dewasa, namun juga membingungkan bagi anak-anak dan berpengaruh pada tumbuh kembang si kecil.

Psikolog Ajeng Raviando mengungkapkan, kondisi yang tak menentu seperti pandemi juga dapat membuat pola stimulasi dan lingkungan mengalami perubahan yang cukup signifikan. Dicontohkan meningkatnya paparan gadget dan berkurangnya interaksi langsung dengan lingkungan.

“Kondisi ini dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Segala perubahan ini menambah urgensi untuk menyiapkan si kecil menghadapi masa depan yang dinamis dan semakin dibalut ketidakpastian. Di sini peran orangtua menjadi semakin penting untuk memastikan si kecil mendapatkan perasaan aman dan mendukung stimulasi untuk mengoptimalkan kecerdasan emosionalnya,” kata Ajeng dalam rilisnya Kamis (3/11/2022) terkait kegiatan A+ Masterclass yang digelar Enfagrow di Surabaya.

Seiring dengan kian dekatnya era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity), Generasi Alfa yang terlahir di masa pandemi menghadapi tantangan klasik para pendahulunya, yaitu digitalisasi dan otomatisasi yang oleh para pakar diperkirakan maju sekitar 5 tahun lebih pesat.
Pada kondisi ini, persyaratan untuk sukses bukan hanya didasarkan menjadi juara akademis di kelas saja, namun juga memiliki kecerdasan emosional.

Data terbaru yang dirilis oleh The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melalui program Learn the Signs. Act Early. menyebutkan, bahwa 1 dari 6 anak berusia mulai dari 3 tahun mengalami penyesuaian capaian perkembangan – kondisi yang mempengaruhi bagaimana anak-anak bermain, belajar, berbicara, bertindak, atau bergerak.

Sejalan dengan data CDC, hasil polling online yang dilakukan Enfagrow A+ bersama dengan Tiga Generasi baru-baru ini, juga menemukan terjadinya penyesuaian capaian perkembangan kecerdasan akademis dan emosional pada Generasi Alfa yang lahir dan tumbuh pada masa pandemi.
Melalui polling yang dilakukan dengan menilai sejumlah skillset yang diharapkan dapat dikuasai anak pada usia tertentu ini, terungkap sebanyak 18,2% responden menyatakan anaknya belum mampu mengikuti instruksi 2 (dua) langkah ketika berusia 2 tahun, dan 24,2% responden menyatakan anaknya belum mampu mendorong tangan keluar lubang baju atau mendorong kaki keluar lubang celana saat dibantu berpakaian di usia 12 bulan.

Untuk membantu orangtua menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak, baru-baru ini CDC membuat penyesuaian surveillance milestones & tools, terutama pada checklist untuk anak usia 15 – 30 bulan. Intervensi dini atau sebelum usia sekolah sangat diperlukan karena dapat memiliki dampak yang signifikan pada kemampuan anak untuk mempelajari keterampilan baru.

Menyadari para ibu membutuhkan panduan baru demi menjawab tantangan tersebut, Enfagrow berinisiatif menggelar A+Masterclass.
“Enfagrow mengerti bahwa stimulasi, nutrisi, dan lingkungan merupakan faktor yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak, terutama kecerdasan akademis dan emosionalnya,” kata dr Lazuardi Putra, Category Manager Nutrition Reckitt Indonesia.

Melalui A+ Masterclass ini, lanjutnya, para Ibu juga diajak untuk terus memberikan pengembangan kecerdasan akademis dan emosional yang seimbang di mana pun dan kapan pun. Untuk kecerdasan akademis, stimulasi yang dapat diberikan pada si kecil antara lain pemecahan masalah, memori, kosa kata, dan kognitif.
Sedangkan untuk pengembangan kecerdasan emosional, Ibu dapat mengajarkan si kecil stimulasi yang sesuai dengan 4 pilar berikut, di memotivasi diri, pengendalian diri,
empati, dan leadership.

“Selain keseimbangan kecerdasan akademis dan emosional, Enfagrow A+ juga mendukung pemberian nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak melalui kandungan MFGM Pro dan DHA yang lebih tinggi. MFGM (Milk Fat Globule Membrane) adalah lapisan alami lemak susu yang kaya nutrisi, yang seringkali hilang dalam proses pembuatan susu bubuk formula,” tambah Lazuardi. (ret)

baca juga :

Dugaan Demo Tolak Omnibus Law, Petinggi KAMI di Jakarta dan Medan Segera Disidang

Redaksi Global News

Libur Idul Fitri

gas

Laga Sempat Ditunda Karena Hujan, Persib Libas Persiraja 3-1