Global-News.co.id
Gaya Hidup Metro Raya Utama

Wartawan Usia Emas Terbitkan Antologi Puisi

SURABAYA (global-news.co.id) – Setelah “Kutulis Puisi Ini”, sekelompok wartawan senior yang menamakan diri Warumas (wartawan usia emas) menerbitkan buku yang berisikan kumpulan puisi karya mereka.

Buku antologi puisi bertajuk “Kucinta Negeri Kutulis Puisi” ini akan dirilis di Surabaya Suite Hotel pada Minggu (11/9/2022) pukul 14.00 dan dilanjut di Gedung Perpustakaan Jawa Timur pada Selasa (20/9/2022) pukul 09.00.

Koordinator Warumas, Kris Maryono, menyebut, penerbitan buku antologi puisi ini bermula dari pembicaraan di grup WhatsApp.

“Seorang wartawan sejatinya tidak pernah mengenal kata ‘pensiun’. Sebab, ia pribadi yang tak bisa diam,” kata Toto Sonata, salah satu wartawan senior dalam kata pengantar buku antologi puisi “Kucinta Negeri Kutulis Puisi”.

Tidak bisa diam itu di antaranya diwujudkan dalam bentuk karya seni, dalam hal ini puisi. Kris menjelaskan, buku antologi puisi ini merupakan penerbitan kedua setelah buku pertama bertajuk “Kutulis Puisi Ini” yang dirilis di Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya bulan Mei lalu.

“Sedangkan buku kedua ini temanya tentang cinta tanah air, untuk memeringati kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia,” ujar mantan wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) ini dalam rilisnya, Kamis (8/9/2022).

Secara keseluruhan terdapat 12 wartawan yang ikut serta menyusun buku setebal 172 halaman tersebut. Selain Kris dan Toto Sonata, terdapat pula Amang Mawardi, Aming Aminoedhin, Arieyoko , Achmad Pramudito, Imung Mulyanto, H.Karyanto, Rokim Dakas, Sasetya Wilutama, Widodo Basuki, dan Nur Khasanah Yulistiani yang merupakan satu-satunya perempuan yang mengisi buku ini.

“Dengan puisi itulah mereka merefleksikan situasi yang terjadi,” tambah Toto Sonata, mantan redaktur harian Suara Indonesia yang juga dikenal sebagai penyair.
Dalam buku “Kucinta Negeri Kutulis Puisi” tersebut, masing-masing dari 12 Warumas menyertakan lebih dari satu puisi. Toto, misalnya menampilkan lebih dari 5 buah karya.

“Insya Allah setelah buku kedua ini, kami akan menerbitkan kumpulan cerpen dan puisi karya anggota Warumas,” tambah Kris. (ret)

baca juga :

Berlebaran, Waspadai Ancaman Penyakit Kronis

Redaksi Global News

Gadis Prancis Itu Kejar Cinta Sang Pengamen

Redaksi Global News

GeNose C19, Harapan Baru Hadapi Varian Baru

Redaksi Global News