Global-News.co.id
Tapal Kuda Utama

Said Aqil Siraj: Islam Itu Agama Damai

Prof. Dr. Said Aqil Siraj saat memberikan tausyiah pada HUT Ke-7 Masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi.
BANYUWANGI (global-news.co.id) –Islam itu damai. Karena itu,  orang Islam harus memberikan ketenangan bagi sekitarnya. Bila ada orang Islam menimbulkan ketakutan, itu bukan orang Islam.
Hal itu dikatakan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA (Mustasyar PBNU) ketika memberikan taushiyah pada HUT Ke-7 Masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi, Sabtu (17/9/2022) malam. “Islam melarang kekerasan dan pengerusakan,” katanya.
Taushiyah Kiai Said Aqil Siraj mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya. Ini dapat dilihat dengan berjubelnya masyarakat yang hadir. Sekitar 9.000 sampai 10.000 anggota masyarakat hadir di acara itu.
Tampak hadir sejumlah pejabat Pemkab Banyuwangi dan lainnya. Tampak pula sejumlah kiai, Pelaksana Harian DPP PITI Bapak Sanusi, Katua DPW PITI Kalbar, Ketua DPW Jakarta, Ketua DPW Semarang, Ketua DPW Bali hingga Ketua DPW Jatim beserta jajaranya. Tampak pula Ketua Umum Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) H.A. Nurawi beserta sejumlah pengurus serta undangan lainnya.
Penampilan Lalare Orkestra memukau hadirin.
Lebih lanjut Kiai Said mengatakan, kita harus hidup harmonis dimana kita berada. Kalau tak harmonis berarti lagi istirahat jadi insan. Nabi Muhammad bersabda, barang siapa yang punya konflik,  maka maksimal tiga hari tiga malam harus diselesaikan.
“Saya melihat masyarakat Banyuwangi solid aman dan tenteram. Mari tunjukkan masyarakat Banyuwangi bahwa kita punya karakter yakni damai,” katanya.
Islam itu dari kata damai. Islam agama damai dari kata salam. Kalau ada mengatakan Islam menimbulkan teror itu bukan Islam. Islam melarang kekerasan dan pengrusakan,” kata mantan Ketua Umum PBNU itu.
Kadapi, Ketua Umum Yayasan Cheng Hoo Banyuwangi (kiri) bersama keluarga berpose bersama dengan KH Said Agil Siraj.
Dia mengatakan, orang Islam harus memberikan ketenangan bagi masyarakat sekitarnya. Bukan menimbulkan ketakutan, sehingga masyarakat menjadi tenang.
Lalu bagaimana di Indonesia? Tentang ini, Kiai Said mengatakan, RI yang bhinneka dengan ribuan pulau hingga sekitar seribu pulau dan lainnya harus dapat hidup berdampingan. Nyatanya kita bisa. Kalau kita bersatu, maka negara ini maju dan masyarakatnya makmur.
Sekolah Gratis
Sementara itu, dalam Tablig Akbar dengan tema “Merawat Keberagaman Mengukuhkan Islam Rahmatan Lil-Alamin itu, Ketua Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi S. Rahmat H mengatakan di usianya yang ke-7 ini, Masjid Cheng Hoo Banyuwangi terus berkejaran dengan waktu. Artinya dengan usianya yang ketujuh masjid ini terus berusaha memberikan yang terbaik bagi umat. Yayasan ini membawahi taman pendidikan Al-Quran, Play Group, TK hingga Lalare Orkestra.
“Kami juga sedang mempersiapkan pendidikan SD, SMP, SMA dan pondok pesantren. Semua jenjang pendidikan ini gratis,” katanya.
Sementara Ketua Panitia H. Lukman Hakim dalam sambutannya mengatakan, mengucapkan terima kasih atas kehadiran para hadirin. “Kami mohon maaf bila dalam pelaksanaan acara ini terdapat kekurangan,” katanya.
Pada acara ini para tamu undangan dan masyarakat dihibur oleh Lalare Orkestara dan Hadrah Al Banjari. (Erfandi Putra)

baca juga :

Tiga Menteri Apresiasi “Bali: Beats of Paradise” Karya Livi Zheng

gas

Kota Surabaya, Vaksinasi Booster Lansia Capai 90,80 Persen

Redaksi Global News

Pemprov DKI Keluarkan Surat Edaran Minta Perusahaan Pekerjakan Karyawan dari Rumah

Redaksi Global News