Global-News.co.id
Secangkir Kopi

Regsosek hingga Inflasi

Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu sudah mempengaruhi sejumlah harga kebutuhan. Kenaikan harga tersebut, sudah pasti akan berdampak kepada inflasi. Inflasi akan terkerek dengan kenaikan harga tersebut. Di samping itu, kenaikan BBM tersebut juga akan mempengaruhi daya beli masyarakat.

Kenyataan ini

Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu sudah mempengaruhi sejumlah harga kebutuhan. Kenaikan harga tersebut, sudah pasti akan berdampak kepada inflasi. Inflasi akan terkerek dengan kenaikan harga tersebut. Di samping itu, kenaikan BBM tersebut juga akan mempengaruhi daya beli masyarakat.

Kenyataan ini memang sudah seharusnya jauh-jauh hari dapat diantisipasi oleh pemerintah. Kalau tidak, akan mempengaruhi tingkat ekonomi masyarakat. Terutama ekonomi masyarakat kelas bawah yang sangat rentan dari dampak kenaikan harga BBM tersebut. Berbagai kebijakan memang harus dikeluarkan untuk membantu masyarakat kelas bawah ini.

Seperti halnya yang dilakukan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Gubernur, Selasa (13/9/2022) menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur (BPS Jatim), Dadang Hardiwan, di Gedung Negara Grahadi. Beberapa hal dibahas dalam audiensi ini, salah satunya tentang pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang akan menyasar seluruh penduduk pada 514 Kabupaten/Kota di Indonesia dengan menggunakan pendekatan keluarga. Keduanya pun membahas mengenai dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta psikologi pasar.

Gubernur Khofifah juga menggarisbawahi bahwa Pemprov Jatim dan BPS Jatim akan terus menguatkan sinergi, merinci kondisi dan penyebab inflasi di masing-masing daerah sehingga langkah pengendalian yang diambil bisa lebih optimal. “Kita perlu menyiapkan detailed guidance untuk masing-masing daerah, baik situasi kondisi termasuk variabel-variabel apa saja yang mendorong inflasi meroket. Ini perlu kita lakukan pendalaman dengan BPS Jatim,” kata Gubernur Khofifah.

Mengenai pendataan Regsosek, Dadang menjelaskan akan dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober hingga 14 November 2022 ini merupakan pengumpulan data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan.

Output pendataan ini, adalah Basis Data seluruh penduduk. Pendataan kesejahteraan sosial ekonomi bagi seluruh penduduk Indonesia sebagai salah satu strategi pelaksanaan reformasi perlindungan sosial. Data kondisi ekonomi seluruh penduduk akan membantu pelaksanaan program pemerintah sehingga berjalan lebih efektif. Adapun pelaksana dari pendataan ini adalah gugus tugas pendataan yang berkoordinasi dengan penyelenggara Satu Data Indonesia (SDI).

Dari dapur redaksi, kami berharap semoga pertemuan ini membawa hasil yang benar-benar nyata. Dengan demikian, masyarakat, khususnya masyarakat bawah benar-benar terlindungi dari dampak kenaikan BBM tersebut. (*)

memang sudah seharusnya jauh-jauh hari dapat diantisipasi oleh pemerintah. Kalau tidak, akan mempengaruhi tingkat ekonomi masyarakat. Terutama ekonomi masyarakat kelas bawah yang sangat rentan dari dampak kenaikan harga BBM tersebut. Berbagai kebijakan memang harus dikeluarkan untuk membantu masyarakat kelas bawah ini.

Seperti halnya yang dilakukan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Gubernur, Selasa (13/9/2022) menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur (BPS Jatim), Dadang Hardiwan, di Gedung Negara Grahadi. Beberapa hal dibahas dalam audiensi ini, salah satunya tentang pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang akan menyasar seluruh penduduk pada 514 Kabupaten/Kota di Indonesia dengan menggunakan pendekatan keluarga. Keduanya pun membahas mengenai dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta psikologi pasar.

Gubernur Khofifah juga menggarisbawahi bahwa Pemprov Jatim dan BPS Jatim akan terus menguatkan sinergi, merinci kondisi dan penyebab inflasi di masing-masing daerah sehingga langkah pengendalian yang diambil bisa lebih optimal. “Kita perlu menyiapkan detailed guidance untuk masing-masing daerah, baik situasi kondisi termasuk variabel-variabel apa saja yang mendorong inflasi meroket. Ini perlu kita lakukan pendalaman dengan BPS Jatim,” kata Gubernur Khofifah.

Mengenai pendataan Regsosek, Dadang menjelaskan akan dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober hingga 14 November 2022 ini merupakan pengumpulan data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan.

Output pendataan ini, adalah Basis Data seluruh penduduk. Pendataan kesejahteraan sosial ekonomi bagi seluruh penduduk Indonesia sebagai salah satu strategi pelaksanaan reformasi perlindungan sosial. Data kondisi ekonomi seluruh penduduk akan membantu pelaksanaan program pemerintah sehingga berjalan lebih efektif. Adapun pelaksana dari pendataan ini adalah gugus tugas pendataan yang berkoordinasi dengan penyelenggara Satu Data Indonesia (SDI).

Dari dapur redaksi, kami berharap semoga pertemuan ini membawa hasil yang benar-benar nyata. Dengan demikian, masyarakat, khususnya masyarakat bawah benar-benar terlindungi dari dampak kenaikan BBM tersebut. (*)

baca juga :

Kunjungan Parlemen Australia

Redaksi Global News

Perlunya Sinergi Memajukan Desa

gas

Umroh Perdana Jatim

Redaksi Global News