Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

Kinerja Bank Maspion Terus Membaik

KIRI-KANAN: Yunita Wanda, Iis Herijati, Endah Winarni dan M. Pujiono Santoso saat memberikan keterangan kepada awak media.
SURABAYA (global-news.co.id)- Meski keadaan ekonomi belum pulih benar, pasca covid-19, tetapi PT Bank Maspion Indonesia Tbk menunjukkan kinerja yang menggembirakan sepanjang tahun 2021. Hal ini terlihat adanya pertumbuhan bisnis secara umum. Bertolak pada kenyataan ini, bank tersebut pada 2022 telah mempersiapkan langkah strategis untuk kemanjuan bank yang berkantor pusat di Surabaya itu.

“Langkah strategis itu diantaranya, bank akan tetap berfokus dalam menerapkan Community Business Model. Khususnya dalam upaya bank meningkatkan number of accounts,” kata Endah Winarni, Direktur Marketing merangkap PLT Khusus Direktur Utama Bank Maspion, pada acara Public Expose, Kamis (15/9/2022) di Surabaya.

Pada acara tersebut hadir pula, M. Pujiono Santoso (Komisari Utama Independen), Iis Herijati (Direktur Kepatuhan) dan Yunita Wanda (Direktur).
Disamping itu, kata Endah Winarni, bank akan melanjutkan implementasi Octopus Strategy guna meningkatkan penggunaan produk dan layanan bank oleh nasabah. Octopus Strategy membagi produk dan layanan Bank pada 8 kategori utama meliputi: CASA, deposito, Kredit Usaha, Kredit Konsumsi, MAVA & E-Collection, Maspion E-Banking (internet & mobile banking), Payment dan Value Chain.
“Kami juga melanjutkan program Tabungan Dasyatt yang telah dilaksanakan sejak tahun 2019,” katanya.
Juga demikian dengan implementasi Quick Response Indonesia Standard (QRIS), digital onboarding, cardless cash withdrawal, penambahan fitur-fitur transaksi di Maspion Elektronik Banking (MEB). Pengembangan Jaringan Kantor, yang difokuskan untuk mengakomodasi kebutuhan transaksi nasabah community, yaitu berupa penambahan ATM, CRM dan kantor layanan hybrid untuk mengakomodir kebutuhan transaksi nasabah komunitas serta relokasi kantor ke lokasi yang lebih strategis.
DPK Tumbuh 46,30%
Lebih lanjut  Endah Winarni mengatakan, di tengah tantangan makroekonomi dan upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, Bank Maspion menunjukan kinerja yang baik pada tahun 2021. Bank Maspion tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kinerjanya sebagai berikut:
Bank berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 101.542 Juta dan laba tahun berjalan sebesar Rp 80.162 juta dengan rasio Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 0,79% dan 6,45%. Bank mampu menjaga likuiditas dan permodalan, tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 68,58% dan rasio kecukupan modal/ Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 13,69% pada akhir tahun 2021.
Aset Bank naik 40,78% secara Year on Year dari Rp.10.111 Miliar menjadi Rp. 14.234 Miliar. Adapun kenaikan asset bank di tahun 2021 disebabkan karena melonjaknya jumlah penyaluran kredit, naik 19,17% YoY dari Rp. 6.908 Miliar menjadi Rp. 8.232 Miliar, berdasarkan jenis penggunaan, realisasi penyaluran kredit masih sesuai dengan kebijakan Bank untuk fokus pada pembiayaan sektor-sektor produktif, yang tercermin dari kontribusi portofolio kredit modal kerja tertinggi sebesar 73,58%, diikuti oleh kredit investasi sebesar 24,41% dan kredit konsumsi sebesar 2,01%.
“Pencapaian Dana Pihak Ketiga (DPK) pada tahun 2021 sebesar Rp 12.004 Miliar yang berarti DPK Bank mengalami pertumbuhan sebesar Rp 3.799 Miliar atau 46,30% dibandingkan dengan posisi tahun 2020 sebesar Rp 8.205 Miliar,” katanya.
Tabungan Dasyatt
Dikatakan, Pencapaian kinerja tersebut tidak terlepas dari penerapan strategi Community Business Model serta keberhasilan Bank Maspion dalam melanjutkan program Penciptaan 1 juta UMKM melalui Program Tabungan DASYATT.
Posisi per akhir tahun 2021, jumlah rekening Tabungan Dasyatt mencapai 602 rekening, naik 47,55%  jika dibandingkan posisi tahun 2020 sejumlah 408 rekening. Untuk jumlah gerai UMKM di tahun 2021 naik 61,20% dari 366 gerai UMKM di tahun 2020 menjadi 590 gerai UMKM.
Sedangkan total nasabah Komunitas meningkat sangat signifikan yaitu sebesar 120,39% dari 103 komunitas di tahun 2020 menjadi 227 komunitas di tahun 2021, yang terdiri dari berbagai institusi yang antara lain Sekolah, Universitas, Rumah Sakit, Perusahaan, Pesantren dan lain lain. Kedepannya, akuisisi nasabah komunitas maupun nasabah UMKM akan terus menjadi fokus Bank, dalam meningkatkan CASA maupun jumlah nasabah.
“Adapun prestasi yang diraih pada tahun 2021 menjadi landasan yang kuat untuk mencapai pertumbuhan yang lebih baik ditahun yang akan datang,” kata Endah Winarni.
Untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, maka bank melanjutkan strategi  pengembangan Community Business Model dan semakin focus kepada sektor sektor yang prospektif dengan target pasar komunitas dengan senantiasa berupaya mengembangkan berbagai produk dan layanan perbankan digital sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Pengembangan strategi berbasis digital ini diharapkan membawa pengaruh terhadap kinerja dan peningkatan layanan yang lebih optimal.
Adapun Pengembangan ini telah memberikan hasil sebagaimana terlihat pada peningkatan jumlah rekening Bank dan unyuk meningkatkan portofolio UMKM, Bank tetap fokus melanjutkan program tabungan DASYATT bagi nasabah komunitas yang ingin menjadi pengusaha UMKM melalui kesempatan menjadi sub distributor produk produk Maspion Group.
Sementara  Iis Harjati mengatakan, saat ini dunia melihat markjet di Indonesia cukup bagus. Ini merupakan peluang bagi perbankan di Indonesia. Khususnya bagi Bank Maspion. “Kami akan mendukung bagi pertumbuhan ekonomi. Kami akan terus bersinergi dengan perbankan,” katanya.
M. Pujiono Santoso mengatakan, Mobil Banking akan menjadi perhatian khusus bagi Bank Maspion . “Ini merupakan salah satu pelayanan bagi nasabah, sehingga cukup dengan HP, nasabah sudah bisa melakukan transaksi,” katanya. (Erfandi Putra)

baca juga :

Tingkatkan Kualitas Layanan, PLN Operasikan Gardu Induk New Nganjuk

Redaksi Global News

Anies Baswedan Minta Karantina Wilayah, Tito Karnavian Sebut Masih Dipertimbangkan Pusat

Redaksi Global News

Progres Pembangunan 35%, Jembatan Joyoboyo Ditarget Selesai Desember 2020

Redaksi Global News