Global-News.co.id
Mataraman Utama

Dorong Peningkatan Ekonomi Keluarga, Dipertakan Kab. Madiun Gelar Pelatihan

Ketua TP PKK Kab. Madiun, Ny. Penta Lianawati Ahmad Dawami saat memberikan pengarahan kepada peserta pelatihan.

MADIUN (global-news.co.id)- Pemkab Madiun melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertakan) mendorong peningkatan ekonomi keluarga melalui kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan petani bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Pokja PKK Desa se-Kecamatan Kare yang bertempat di Aswin Loka Desa Kare Kecamatan Kare Kabupaten Madiun pada Selasa (13/9/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dispertakan, Ketua TP PKK Kab. Madiun bersama Pokja 3, Ketua TP PKK Kecamatan Kare, Kepala Desa Kare, TP PKK Desa se-Kecamatan dan KWT.

Kepala Dispertakan Kab. Madiun melalui Kabid Sumber Daya Manusia (SDM), Paryoto, menyampaikan kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kapasitas kelembagaan petani terutama bagi KWT dan Pokja 3 PKK. Dengan mendapatkan pelatihan dari Dispertakan, nantinya dapat membantu perekonomian keluarga dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar secara maksimal.

“Output-nya akan memunculkan UMKM di masyarakat yang berbasis dari hasil pertanian,” kata Paryoto.

Koordinator PPL Kecamatan Kare, Agung Setyo Nugroho, mengatakan Kecamatan Kare berpotensi dengan tanaman hortikultura. Dengan kolaborasi antara PPL, KWT dan Pokja 3 PKK, maka Kecamatan Kare akan mampu menjadi branded hortikultura.

“Tidak hanya itu, Kecamatan Kare bisa menjadi kawasan wisata berbasis edukasi, UMKM dan pertanian,” kata Agung.

Sementara, Ketua TP PKK Kab. Madiun, Ny Penta Lianawati Ahmad Dawami mengapresiasi langkah-langkah dalam upaya peningkatan perekonomian keluarga. Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat mengembangkannya di Pokja 3 PKK desa masing-masing.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Optimalkan pemanfaatan lahan pekarangan,” ujar Ketua TP PKK Kab. Madiun.

Ditandaskan, Kecamatan Kare sangat berpotensi sebagai pembuka jendela di sektor pertanian dan pariwisata. Untuk mewujudkan tujuan tersebut tidak mudah. Komunikasi dan koordinasi harus terjalin dengan baik. Apa yang menjadi program PPL harus dikoordinasikan dengan PKK.

“PPL, Pokja PKK dan KWT harus jadi satu, tidak boleh bergerak sendiri-sendiri. Harus ada gotong royong yang kuat, rukun dan kompak,” tandasnya.

Selain itu menurutnya, pemanfaatan pekarangan harus dioptimalkan. Dengan kreasi dan inovasi serta terobosan-terobosan yang diperoleh dalam pelatihan akan menjadi pendorong menuju kesejahteraan keluarga. Kepada seluruh petani, jangan berkutat pada tanaman padi, mana yang lebih cepat menghasilkan lakukan agar dapat menekan angka inflasi.

“Untuk semua TP PKK yang ada harus merencanakan program tersebut melalui anggaran dana desa agar dapat memaksimalkan lahan pekarangannya,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah dapur dan olahan pasca panen tanaman hortikultura.
Pada kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kab. Madiun bersama rombongan didampingi petugas Dispertakan berkenan meninjau kawasan organik tanaman hortikultura di Kecamatan Kare. (adv/her)

baca juga :

Pakar Hukum Internasional Unair Sebut Klaim Tiongkok di Perairan Natuna Tidak Berdasar

Redaksi Global News

Soft Opening Pasar Turi Baru, Bangkitkan Kejayaan Pusat Perekonomian Indonesia Timur

Redaksi Global News

Kunjungi Gresik, Menko PMK Pastikan 60 Juta Warga Akan Diberikan Vaksin Covid Gratis

Redaksi Global News