Global-News.co.id
Madura Utama

Aipda Bambang Suratman, Dua Anaknya Juara MTQ Pamekasan: “Bercita-Cita Dapat Mahkota dan Masuk Surga Bila Punya Anak Penghafal Al Quran”

Ada yang menarik di perhelatan MTQ XXX Kabupaten Pamekasan. Di antara peraih juaranya, ada dua orang bersaurada kakak beradik, yakni  Arman Maulana Ibrahim, juara 3 cabang lomba takhfid dan tilawah 5 juz  golongan  remaja dan Affan Haidar Maulana juara 1 takhfidz dan tilawah 1 juz golongan anak anak putra. Keduanya ternyata putra Aipda Bambang Suratman (41) anggota Unit BM Satlantas Polres Pamekasan.
Oleh Masdawi Dahlan
KEHADIRAN Bambang Suratman pada malam penutupan dan pengumuman peraih juara MTQ yang digelar di Lapangan Nagara Bhakti Pendopo Rongosukowati,  Selasa (13/9/2022) malam,  memang agak beda dengan biasanya. Anggota Unit BM Satlantas Polres Pamekasan itu tidak bertugas mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi penutupan MTQ, namun dia tampak lalu lalang di dalam acara panutupan.
Wartawan Global News yang menyaksikan kejadian itu lalu mendekati sang polisi itu, sembari bertanya mengapa berada di dalam lokasi acara penutupan. Ternyata dia tengah menemani dan mengurus kepentingan dua orang anaknya yang berhasil menjadi juara dalam MTQ tersebut.
“Anak saya mendapatkan juara MTQ. Anak yang pertama Arman Maulana Ibrahim mengikuti cabang lomba 5 juz dan tilawah juara 3 golongan putera remaja. Adiknya Affan Haidar Maulana juara 1  golongan 1 juz golongan anak anak putra,” tuturnya.
Bambang mengatakan dua orang putranya itu memang belajar di sekolah Islam. Arman Maulana Ibrahim belajar di SD Islam Al Munawwarah. Setelah itu di SMP Plus Nurul Hikmah, lalu mondok dan masuk SMA Takhfidz Pondok Pesantren Banyu Anyar Palengaan. Sedangkan Affan Haidar Maulana kini masih duduk di kelas 4 SD Islam Al Munawwarah.
Dia mengaku bersama istrinya bercita cita untuk  memiliki anak hafidz Quran. Setelah termotivasi saat mengikuti sebuah pengajian yang didalamnya penceramahnya menyampaikan hadits Nabi Muhammad SAW bahwa barang siapa yang punya anak hafidz Quran maka orang tuanya nanti akan dapat mahkota dan dimasukkan kedalam surga Allah SWT.
Karena itu dia berupaya agar anaknya bisa menjadi penghafal Al Quran. Selain sekolah di SD hingga SLTA Islam, kedua anaknya juga dimasukkan menjadi anggota JQHNU ( Jamiatul Qori wal Huffat Nahdlatul Ulama) Pamekasan.
“Jadi karena takut salah pergaulan, saya ikutkan anak saya di organisasi tersebut dimana JQHNU itu dikenal dengan jamaah qori’ yaitu ahli tilawah atau qurro’. Dan JQHNU itu kumpulan para qori dan hafid Quran di organisasi tersebut,” paparnya.
“Dengan aktif di JQHNU, mereka mengenal teman temannya yang sudah bisa membaca  dan hafidz Quran, dan secara  otomatis keduanya juga mengikuti apa yang menjadi kebiasaan dalam pergaulan anak penghafal Quran tersebut,” imbuhnya.
Soal pembinaan dalam rumah tangga? Bambang mengaku sudah dilakukan sejak anak tersebut masih dalam kandungan istrinya Linda Widianita SPdI yang kini menjadi guru di SDN Panglegur Kecamatan Tlanakan.
Diakuinya saat sang istri tengah hamil selalu dibiasakan mendengarkan murattal Quran melalui MP3. Setelah sang anak lahir kebiasaan itu terus dilanjutkan. Upaya itu membuahkan hasil, saat anaknya besar dan masuk ke JQHNU, apa yang dia dengarkan mulai sejak kecil, nyambung dan anak itu mudah menghafal Al Quran dan sari tilawahnya.
“Alhamdulillah anak saya yang kedua Affan Haidar Maulana, adiknya itu pernah juara nasional pena santri di Banyu Anyar, juara 1 nasional di Ponpes Al Amien Prenduan kemarin. Kakaknya itu pernah lomba hifdzil juga  diadakan oleh Festival Anak Sholeh Indonesia di Jatim,” paparnya.
Bagaimana dengan persiapan masa depannya? Bambang mengaku bahwa anak anaknya itu memiliki cita cita yang sama dengan profesi orang tuanya, ingin menjadi Polisi. Apalagi sekarang Polri memberikan fasilitas bisa diterima menjadi polisi secara gratis jika penghafal Al Quran.
“Jadi anak anak saya itu pingin jadi polisi juga. Semua anak anak pengen jadi polisi yang religius, berbasis pesantren. Target seperti itu, disebut polisi talentskoting, itu ada yang hafidz, ada yang atletik dan yang pernah event event lomba Jawa Timur minimal,” ungkapnya.
Jika ditakdirkan menjadi polisi, kata Bambang, maka kedua putranya nanti akan memiliki nilai plus yakni polisi yang hafal Quran atau bertilawah, bisa  berdakwah dan bisa bermanfaat sesamanya. Polisi yang seperti  itulah, kata Bambang,  yang diimpikan oleh Kepolisian saat ini.
Dia tak mengelak jika kini ada anggapan jelek masyarakat pada profesi polisi. Tapi dengan system rekrutmen melaui talentskoting yang diadakan Kepolisian, dan juga dengan banyaknya putra putri polisi yang dimasukkan ke pesantren, sehingga mengikuti lomba MTQ dan juga bisa dapat juara, maka polisi juga bisa menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi baik dan bisa melayani masyarakat dengan baik juga.
“Sehingga bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa polisi itu begini, anak anaknya juga banyak dipondokkan, sampai bisa seperti anaknya orang lain, seperti anak anaknya ustadz atau anaknya para kyai menjadi juara,” pungkasnya. (*)

baca juga :

Berikan Motivasi, Bupati Sumenep Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Ponpes

Redaksi Global News

Liga 1 Musim Depan, Diprediksi ‘Home and Away’ dan Berpenonton

Redaksi Global News

Pemprov Telah Siapkan RS dan Ruang Isolasi jika Virus Corona Menyebar di Jatim