Global-News.co.id
Sport Utama

Tidak Ada Fraktur, Kondisi Koko Masih Diobservasi dan Dipantau

Koko Ari menjalani perawatan didampingi fisioterapis Persebaya pada sesi latihan Sabtu, (20/8) sore. (foto: Persebaya)

SURABAYA (global-news.co.id) –
Kabar baik dari Koko Ari. Bek kanan Persebaya Surabaya itu sempat ditandu keluar lapangan pada laga melawan Borneo FC akibat diterjang Kei Hiroshe. Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan fraktur akibat perbuatan “sadis” pemain asal Jepang itu.

Koko sudah ikut sesi latihan tadi sore. Tapi dirinya tidak menjalani rangkaian latihan seperti rekan setimnya. Pemain jebolan EPA Persebaya U-20 itu hanya menjalani terapi bersama tim fisioterapis Bajul Ijo.

Menurut dokter tim Achmad Ridho, Koko mengalami luka luar. Kulitnya robek akibat injakan Kei. Ditambah bengkak yang dikarenakan inflamasi lukanya.

“Alhamdulillah tidak ada fraktur. Tapi memang harus kita observasi hari per-hari. Karena kan ada bengkak. Butuh waktu sekitar dua hari istirahat untuk meredakan bengkaknya,” kata Ridho.

Sementara itu, Koko masih merasakan nyeri di bagian tulang keringnya. Sesekali ia masih terpincang-pincang saat berjalan.

Meskipun demikian ia menyatakan ingin segera pulih. Pemilik nomor punggung 33 itu ingin memberikan yang terbaik apabila diturunkan melawan PSIS Semarang.

“Saya sudah ikhlas kejadian yang kemarin. Sekarang saya fokus pemulihan untuk segera bisa main. Kalau saya dipercaya pelatih saya siap main lawan PSIS,” kata Koko.

Semangat Koko ditangkap oleh Aji Santoso. Ia mengapresiasi tingginya motivasi anak asuhnya untuk bermain. Namun ia tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan.

“Saya paham Koko punya fighting spirit yang besar. Kemungkinan main masih akan kita lihat kondisi terakhir ya. Tidak bisa saya memaksakan,” ujar Aji. (sba, ins)

baca juga :

Gubernur Khofifah Dukung Sepenuhnya Pengajuan Syaichona Kholil Sebagai Pahlawan Nasional

gas

2 Mei: Indonesia 10.843 Positif, 1.665 Sembuh, 831 Meninggal

Pesan Gus Muhdlor Jangan Pernah Tinggalkan Allah, Makmurkan Masjid dengan Prokes untuk Hadapi Pandemi

gas