Global-News.co.id
Madura Utama

Dai Komunitas Muhammadiyah Madura Ikut Bimtek di LDK Muhammadiyah Jatim

Dr Gazali (kiri), ketua Majelis Tabligh Pengurus Daerah Muhammadiyah Pamekasan.
PAMEKASAN (global-news.co.id) –Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur menggelar bimbingan teknis (bimtek) da’i komunitas bagi  80 orang da’i komunitas Muhammadiyah se-Jawa Timur, Sabtu (27/8/2022).
Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Horison Gresik itu para pesertanya berasal dari utusan LDK Muhammadiyah se-Jatim,  yaitu Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Tuban, Lamongan, Bojonegoro dan Gresik.
Moh. Nor Arifin, ketua LDK Muhammadiyah Jatim, mengungkapkan bahwa kegiatan bimtek da’i komunitas ini adalah untuk menyusun gerakan strategis dakwah Muhammadiyah.
“Kita harus menyentuh yang selama ini belum tersentuh, misal di Surabaya, LDK memiliki rumah singgah anak jalanan, disana mereka kita perhatikan kesejahteraan mereka, dan juga kita bimbing rohani mereka” ungkapnya.
Lebih lanjut Arifin mengungkapkan, pasca bimtek ini, para da’i komunitas diharapkan mampu melakukan dakwah bahkan terhadap komunitas tertentu yang membutuhkan perlakuan khusus, seperti pada komunitas anak jalanan, komunitas tentang perjudian dan narkoba.
Dr. Saad Ibrahiem, ketua PW Muhammadiyah Jatim mengemukakan bahwa pentingnya da’i Muhammadiyah membangun toleransi (tasamuh) didalam berdakwah. Dari konsep tasamuh itu, terjadi saling bertoleransi satu sama lain agar tercipta keindahan bersaudara.
“Dari konsep itu bukan berarti kita membiarkan mereka dalam keadaan lalai, tetapi tetap ada ada usaha berdakwah kepada mereka,” katanya saat memberikan sambutan dalam  pembukaan pelatihan tersebut.
Sementara itu Dr Gazali, ketua Majelis Tabligh Pengurus Daerah Muhammadiyah Pamekasan yang ikut serta dalam Bimtek Da’i Komunitas itu  menyampaikan apresiasinya. Dia mengatakan di era kekinian sangat penting sekali model dakwah komunitas.
“Kita saat ini dihadapkan pada masalah yang kian kompleks, misalnya para pemuda hari ini lebih senang berada di jalan, nongkrong, ada di kafe-kafe, yang secara otomatis waktu mereka untuk memperdalam agama, bagi mereka harus ada cara untuk dakwah. Mereka tidak hadir ke pengajian, tapi bisa difasilitasi, misalnya dengan dakwah virtual, ” terangnya.
Dia mengatakan banyak media yang bisa dipakai untuk sarana dakwah komunitas, antara lain YouTube, Tiktok, Instagram dan sebagainya. Wakil Rektor Unira Pamekasan ini mengaku bahwa dirinya kini aktif melakukan dakwah komunitas, yaitu komunitas sepeda pancal.
“Kita di Pamekasan ini juga ada komunitas, komunitas sepeda pancal, mereka berasal dari latar belakang yang berbeda, para anggota tidak hanya bersepeda, tetapi juga ada pengajian yang dilaksanakan secara berkala,” ungkapnya. (mas)

baca juga :

Pantau Wajib Pajak, NPWP dan NIK KTP Bakal Digabung

Redaksi Global News

Sidang di Pengadilan Negeri Jaksel, Sambo Nyatakan Siap Bertanggung Jawab

Redaksi Global News

Liga 1, Dua Pilar Bajul Ijo Ricky dan Rian Gabung Persib