Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Kesehatan Utama

Cegah Stunting, Penting Penuhi Asupan Protein Hewani Sejak Masa Kehamilan

Ahli Gizi Kesehatan Masyarakat dan Gubes FKM Universitas Indonesia Prof Dr drg Sandra Fikawati MPH (kanan) dan Direktur Corporate Affairs JAPFA Rachmat Indrajaya saat memberikan edukasi pentingnya protein hewani pada media di Surabaya, Rabu (2/8/2022).

SURABAYA (global-news.co.id)  –  Edukasi dan sosialisasi guna meningkatkan konsumsi protein hewani di masyarakat terus digencarkan ke semua kalangan. Hal ini juga sejalan dengan rencana pemerintah dalam menekan angka stunting di Indonesia. Sasaran edukasi salah satunya kalangan media di Surabaya, Rabu (2/8/2022).

Memang prevalensi kasus stunting di Indonesia kian menunjukkan penurunan sejak beberapa tahun belakangan. Meskipun demikian, penurunan angka stunting tersebut masih jauh dari target nasional yakni sebesar 14% pada 2024.  Stunting menjadi masalah genting sebab memiliki dampak jangka panjang yang berkontribusi pada produktivitas ekonomi dan pertumbuhan negara.

Padahal salah satu pencegahannya dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung protein hewani. Namun, sayangnya total konsumsi protein hewani di Indonesia masih tergolong rendah.

Berdasarkan data Food and Agriculture (FAO) pada tahun 2017, total konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia hanya sebesar 8%. Angka tersebut berbeda secara signifikan dibandingkan negara Asia lainnya, seperti Malaysia dan Thailand yang tingkat konsumsi protein hewaninya masing-masing mencapai 30% dan 24%.

Ahli Gizi Kesehatan Masyarakat dan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia Prof Dr drg Sandra Fikawati MPH menjelaskan manusia membutuhkan protein yang terdiri atas asam-asam amino sebagai zat pembangun tubuh. “Tubuh manusia membutuhkan sebanyak 20 jenis asam amino dan 9 diantaranya adalah asam amino esensial yang harus didapatkan dari makanan. Protein hewani memiliki kandungan asam amino esensial yang lebih lengkap dibandingkan protein nabati,” katanya, Rabu (3/8/2022).

Dalam kaitannya dengan pencegahan stunting, asupan protein hewani tidak hanya dibutuhkan oleh anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Lebih jauh lagi, asupan protein hewani harus dicukupi sejak awal di 1.000 hari pertama kehidupan yakni sejak ibu hamil hingga anak berusia 2 tahun. Periode ini merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan anak, masa yang menentukan perkembangan fisik dan kecerdasan jangka panjang.

Lebih lanjut Prof Sandra mengungkapkan protein hewani, selain mengandung asam amino esensial yang lebih lengkap dan lebih banyak dibandingkan protein nabati, juga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang beragam serta memiliki kualitas yang lebih baik untuk mendukung daya tahan tubuh manusia. “Oleh karenanya, penting agar mengonsumsi jenis makanan yang mengandung protein hewani setiap harinya,” katanya.

Untuk diketahui, edukasi media di Surabaya terkait pentingnya asupan protein hewani digelar PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA). Direktur Corporate Affairs JAPFA  Rachmat Indrajaya mengakui tingkat konsumsi protein hewani di Indonesia masih rendah, bahkan dibandingkan negara tetangga Malaysia. Ada beberapa hal menjadi penyebabnya, di antaranya kurangnya informasi dan edukasi akan pentingnya asupan protein hewani, kurangpedulian orangtua untuk memberikan asupan protein hewani hingga faktor ekonomi.

“Sebagian orangtua memandang protein hewani itu mahal. Padahal dengan memberikan telur atau daging ayam pada anak setiap hari dapat mencegah stunting dan mencetak generasi unggul. Atau ada orangtua yang beranggapan dengan memberikan protein nabati seperti tahu dan tempe sudah cukup, toh anak tetap hidup. Ini pentingnya edukasi ke masyarakat,” katanya.

Sebagai penyedia protein hewani di Indonesia, lanjut Rachmat JAPFA berkomitmen memberikan kualitas produk terbaik dengan harga terjangkau. Dalam menjamin kualitas produk, JAPFA selalu memperhatikan penerapan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat serta didukung oleh tenaga lapangan yang profesional. Sehingga, produk olahan protein hewani yang dihasilkan memenuhi konsep ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). “Kami berharap, semakin banyak masyarakat Indonesia yang mengonsumsi protein hewani demi generasi unggul Indonesia di masa mendatang,” katanya.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk merupakan perusahaan agribisnis di Indonesia yang memiliki lini bisnis produksi pakan ternak, pembibitan unggas, peternakan komersial, pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen, budidaya perairan, serta perdagangan dan lain-lain. (tis)

baca juga :

Pengusaha Sambut Positif Kementerian Investasi, tapi Kewenangan Harus Ditambah

gas

Piala Afrika, Senegal Tembus Perempat Final Setelah Taklukkan Tanjung Verde

Redaksi Global News

FPI Klaim 5 Juta Orang Siap Sambut Kepulangan Rizieq

nasir nasir