Global-News.co.id
Madura Utama

Bupati- Forkopimda Serahkan Bantuan 10 Ribu Bendera Merah Putih

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bersama anggota Forkopimda Pamekasan, Rabu (10/8/2022), menyerahkan 10 ribu bantuan bendera merah putih kepada  warga. Bantuan bendera yang merupakan bagian dari gerakan bantuan 10 juta bendera se Indonesia itu diserahkan di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan.
Bendera itu diserahkan kepada para warga yang diwakili oleh para ketua RT di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Kota Pamekasan. Juga diberikan kepada komunitas lain yang hadir dalam acara penyerahan tersebut. Juga ikut hadir dalam acara tersebut pengurus Jejaring Panca Mandala (JPM) Ronggosukowati Pamekasan.
Kepala Bakesbang Pamekasan Imam Rifadi SH dalam laporannya mengatakan dasar pemberian bendera merah putih itu Surat Mendagri No 003.1/2849/2022,  agar masyarakat diberikan bendera dengan tujuan untuk  meningkatkan rasa cinta tanah air serta menggugah nasionalisme masyarakat.
Bendera yang disediakan itu, kata Imam, berasal dari partisipasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah dilingkungan Pemkab Pamekasan juga berasal dari kalangan perbankan, BUMN dan BUMD, dari pengurus  Parpol yang punya kursi di DPRD Pamekasan serta bantuan kalangan para pengusaha.
“Sampai siang ini sudah terkumpul sangat banyak. sehingga di sore ini kami berharap Bapak Bupati beserta anggota Forkopimda untuk menyerahkan bendera kepada masyarakat melalui ketua RT masing masing yang mana harapannya mereka nanti menyerahkan pada seluruh warga,” kata Imam.
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dalam pengarahannya mengajak semua elemen masyarakat bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat kemerdekaan yang diberikan kepada bangsa Indonesia. Rasa syukur itu harus diwujudkan dalam bentuk menjaga Indonesia melalui peran dan profesi masing-masing.
“Saya ke berbagai daerah ada perayaan yang dibuat meriah sedemikian rupa. Di Surabaya itu ada gang ditutup untuk semua warga berdoa bermunajat kepada Allah bersyukur atas kemerdekaan. Ada gerak jalan, pengajian, istigotsah, keseluruhannya itu bagian dari wujud syukur atas kemerdekaan kita,” ungkapnya.
Kemerdekaan Indonesia, lanjut dia, bukan pemberian pihak lain akan tetapi hasil perjuangan para pahlawan. Keinginan kemerdekaan itu bahkan dihadang oleh imperialisme. Bahkan Bung Karno diasingkan, dibully, diancam. Tetapi karena semangat nasionalisme, ancaman semua tidak membuat Bung Karno luntur semangat memerdekakan Indonesia.
“Karenanya saya ingin mengajak kepada kita semua mencintai Indonesia, ayo kita lakukan dengan hal yang paling mungkin kita lakukan. Misalnya saling akur dengan tetangga, tidak tengkar, saling menghormati, menyiapkan anak anak kita menjadi generasi membanggakan. Itu saya bagian dari mencintai Indonesia,” pungkasnya. (mas)

baca juga :

Antisipasi Banjir Susulan, Pemkot Surabaya Keruk Sedimentasi Kalimas

Redaksi Global News

PSBB Jawa-Bali, Sekolah Kembali Digelar Daring

Redaksi Global News

Rela Tinggalkan MUI, Marwah Pilih Taat pada Kanjeng Taat

Redaksi Global News