Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Buntut Sungai Kalidami Penuh Busa, Walikota Surabaya Cek IPAL Industri

Busa di sungai (ilustrasi, foto: cnn)

SURABAYA (global-news.co.id) – Walikota Surabaya Eri Cahyadi meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya melakukan pengecekan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) pabrik di Kota Surabaya.

Hal itu menyusul peristiwa aliran Sungai Kalisari Damen Surabaya yang dipenuhi busa, Selasa (2/8/2022). “Saya minta juga diteliti, dicek pabriknya sapa ae (siapa saja). Cek semua IPAL-nya,” kata Eri, Rabu (3/8).

Melihat peristiwa Sungai Kalisari Damen yang dipenuhi busa, Walikota Eri pun meminta agar semua pengelola pabrik memperhatikan kondisi kelayakan IPAL masing-masing.

“Saya pastikan jangan sampai ada pabrik yang langsung membuang limbahnya ke sungai. Karena pabrik itu wajib punya IPAL,” ucapnya.

Jika ada pabrik yang terbukti mencemari lingkungan di sungai di Surabaya, maka pihaknya mengaku tak segan bakal mengambil tindakan tegas.

“Kalau sudah IPAL-nya itu dilanggar dalam Perda sama Perwali ada aturannya. Dia satu memperbaiki tidak boleh operasional, sampai tidak boleh membuang sambil dia operasional. Kalau sudah (diperingatkan) satu, dua, tiga nggak di-anu (diperhatikan) ya ditutup toh,” ujarnya.

Meski begitu, dia tak ingin menyimpulkan terlalu dini perihal sumber dan penyebab kemunculan busa di Sungai Kalisari Damen. Eri mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan DLH.

“Pasti dari perusahaan besar kalau sampai seperti itu. Tetapi kami juga tidak bisa menyimpulkan itu. Kami juga kan punya azas praduga tak bersalah. Teman-teman (DLH, red) harus cek dulu,” ujarnya.

Seperti diketahui, Sungai Kalisari Damen, Mulyorejo, Surabaya, dilaporkan dipenuhi busa-busa. Seluruh badan sungai, pun berubah jadi seperti lautan salju, Selasa (2/8). (pur)

baca juga :

Ratusan Penari Asing Ramaikan Cross Culture Internasional

nasir nasir

Jelang Akhir Masa Jabatan, Risma Beberkan Suka Duka Jadi Walikota

Redaksi Global News

Tingkatkan Produktivitas Petani, Banyuwangi Luncurkan Program Playu Anter

Redaksi Global News