Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Mataraman Utama

Wayang Thengul Seni Khas Bojonegoro, Gerakkan Roda Ekonomi

Wayang Thengul menjadi seni pertunjukan khas Bojonegoro

BOJONEGORO (global-news.co.id) – Wayang Thengul menjadi seni pertunjukan khas Bojonegoro. Dalam perkembangannya, Thengul menjadi identitas kebudayaan dan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Hal itu tampak pada geliat Kampoeng Thengul di Desa Sumberrejo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Di sini, warga tak sekadar melestarikan wayang Thengul, tapi juga Tari Thengul hingga aneka suvenir bertema Thengul.

Wintari salah satu penggagas Kampoeng Thengul mengatakan dengan adanya perkembangan zaman, kesenian ataupun budaya yang asli khas Bojonegoro harus terus dilestarikan. Jangan sampai hilang ditelan bumi.

Kampoeng Thengul dibentuk dengan tujuan agar generasi penerus bisa lebih mengenal Thengul. Di Desa Sumberrejo, warga mendirikan Sanggar Tari Thengul.

“Alhamdulillah banyak peminat dari kalangan anak-anak untuk belajar menari Thengul khas Bojonegoro ini,” kata Elya Ardiana, salah satu pelatih tari.

Camat Margomulyo, Dyah Enggarini, mengatakan, Kampoeng Thengul adalah sebuah dusun yang ingin memberikan nilai tambah dari seni yang sudah ada. Di kampung ini ada dalang sekaligus pembuat wayang Thengul, yaitu Mbah Sumarno.

“Oleh karena itu kami buat Kampoeng Thengul dengan upaya Thengul tidak hanya sebagai pementasan wayang. Tetapi juga mengangkat Thengul menjadi seni atau budaya yang memberikan nilai ekonomi kepada warga. Selain itu dapat memberi edukasi kepada generasi masa kini untuk melestarikan dan mencintai budaya khas Bojonegoro,” tutur Dyah.

Wayang Thengul sendiri merupakan kesenian Bojonegoro yang mirip wayang golek. Namun ada perbedaan dari sisi cerita yang diangkat dan karakter tokohnya. Jika wayang golek mengangkat cerita dari wayang purwa seperti Mahabharata dan Ramayana, justru wayang thengul banyak mengangkat cerita rakyat seperti cerita Panji serta cerita para wali.

Wayang thengul menggunakan perangkat boneka kayu tiga dimensi. Wayang dibalut pakaian, di mana tangan sang dalang masuk ke dalamnya. Dalang menggerak-gerakkan boneka tersebut dengan ibu jari dan jari telunjuk, sedangkan tiga jari lain memegang tangkai wayang. (jtm, ins)

 

baca juga :

Polsek Krian dan Forkopimka Bagikan Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

gas

Daftar ke KPU, ‘Berbaur’ Usung Slogan ‘Sataretanan Tak Notop Parembeggen’

Redaksi Global News

Distribusi Pupuk Petani Diubah, Rizal Ramli Ingatkan Pemerintah Berhenti Main-main Kartu

Redaksi Global News