Global-News.co.id
Mancanegara Utama

Ukraina Minta 350 Ribu Warga Mengungsi Menyusul Rusia Bombardir Donetsk

Tentara Ukraina di Donetsk, bersiap hadapi gempuran pasukan Rusia. (foto: AP)

JAKARTA (global-news.co.id) – Otoritas Ukraina minta 350 ribu warga Donetsk segera mengungsi menyusul serangan intensif pasukan Rusia di wilayah timur negara itu.

Gubernur Donetsk, Pavlo Kyrylenko, mengatakan, perlu mengevakuasi penduduk dari provinsi tersebut demi menyelamatkan nyawa mereka. Selain itu, pasukan Ukraina juga bisa lebih fokus mempertahankan dan melawan tentara Rusia.

“Nasib seluruh negara akan ditentukan Donetsk. Dengan hanya sedikit orang, kami bisa lebih fokus melawan musuh kami dan melakukan tugas utama kami,” ujar Kyrylenko kepada wartawan di Kramatorsk seperti dikutip Associated Press, Rabu (6/7/2022).

Sirene meraung sepanjang Selasa (5/7) malam di hampir seluruh penjuru negeri. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan pasukan Rusia tak pernah berhenti menyerang.

“Anda seharusnya tak mencari rasionalisasi tindakan teroris. Tentara Rusia tak istirahat,” ujar Zelensky dalam pidatonya.

Ia kemudian berkata, “Mereka memiliki satu tugas: untuk mengambil nyawa orang, mengintimidasi, bahkan beberapa hari tanpa alarm (bagi Rusia) terasa seperti bagian teror.”

Belakangan ini, sebagian besar aktivitas militer terpusat di timur Ukraina. Gubernur Kramatorsk mengatakan wilayah di bagian ini menampung infrastruktur penting seperti pabrik penyaringan air. Ia juga membeberkan Kramatorsk kini menjadi target utama Rusia.

Sejumlah kota di timur Ukraina juga menjadi sasaran pasukan Moskow seperti Sloviansk, dan Lysychanks.

Walikota Sloviansk, Vadim Lyakh, menceritakan, wilayahnya berada dalam pengeboman. Penembakan besar juga terjadi. Sebelum serangan semakin ganas, ia sudah terlebih dahulu meminta warga mengungsi mencari tempat yang lebih aman.

Kota Lysychansk juga tak luput dari sasaran Rusia. Akhir pekan lalu, militer Ukraina menarik pasukan dari kota ini untuk menghindari pengepungan.

Rusia disebut ingin menguasai Donbas usai berhasil merebut Luhansk. Kini pasukan Ukraina berusaha mati-matian untuk mempertahankan Donestk agar tak jatuh ke tangan pasukan Moskow.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengatakan perang di Ukraina akan berlanjut sampai semua tujuan tercapai.

Namun, Shoigu tetap mempertimbangkan kekuatan pasukan dan mengutamakan kesehatan personelnya. Selain itu, ia juga memprioritaskan keamanan warga sipil. (cnn, ins)

baca juga :

Sudah Kantongi Rekom, Dua Anggota DPRD Trenggalek Tak Kunjung Undurkan Diri

Redaksi Global News

Gubernur Khofifah Ajak Influencer Jadi Speaker Wujudkan Jatim Harmoni

Redaksi Global News

Bupati Blora Lantik Pejabat di Tempat Sampah

Redaksi Global News