Global-News.co.id
Mancanegara Utama

Laporan Wartawan Global News dari Tanah Suci: Ziarah ke Makam Mbah Moen dan Ibunda Siti Hawa

 

Haji Purnomo Siswanto di kawasan Sai dengan latar belakang batu surga.

Rombongan jamaah haji Indonesia menunggu pemulangan dengan melakukan umrah tambahan dan rekreasi. Salah satunya dilakukan rombongan jamaah haji asal Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka antara lain mengunjungi Makam Ibunda Siti Hawa di Jeddah dan Laut Merah pada Kamis 21 Juli 2022 dan berziarah ke Makam KH Maimun Zubair Jumat 22 Juli 2022. Selain itu juga ke rumah tempat Rasulullah Muhammad SAW dilahirkan.

 

ROMBONGAN jamaah haji asal Sidoarjo baru akan pulang ke Tanah Air sekitar tanggal 8 Agustus mendatang. Karena itu, selama di Makkah, sambil menunggu pemberangkatan ke Madinah untuk melakukan ibadah Arbain di Masjid Nabawi, mereka melakukan umrah tambahan dan rekreasi di sejumlah tempat bersejarah dan destinasi wisata khas lainnya di Arab Saudi.

Misalnya berziarah ke Makam Ma’la tempat di mana ulama kharismatik Indonesia yang juga gurunya KH Ahmad Bahaudin (Gus Baha), KH Maimun Zubair (Mbah Moen). Akses untuk menuju Ma’la tidaklah sulit, jamaah haji hanya cukup turun di terminal bus Syeb Amir kemudian berjalan lurus melewati bawah jalan layang hingga sampai Masjid Jin. Dari Masjid Jin sudah terlihat pintu gerbang makam Ma’la. Ya, hanya sekitar 700 meter dari Terminal Syeb Amir.

Sesampainya di Makam Ma’la, hampir semua penjaga makam akan mengetahui letak posisi makam KH Maimun Zubair. Sebab, makam itu paling sering diziarahi jamaah haji maupun umrah dari Indonesia. Makam Kiai Maimun terletak di deret nomor 151 baris ke-4.

Berdoa di Makam Mbah Moen.

Penjaga makam biasanya sudah tahu bila jamaah Indonesia pasti ingin ke makam Mbah Moen. Bahkan kadang akan berbaik hati mengantarkan penziarah mulai dari pintu gerbang makam sampai ke tempat di mana KH Maimun Zubair dikebumikan, dengan menggunakan mobil golf.

Sekadar informasi, KH Maimun Zubair meninggal dunia di Kota Makkah, Arab Saudi, pada 6 Agustus 2019 saat menunaikan ibadah haji. Almarhum wafat di usia 90 tahun.

Saat sampai di Makam Mbah Moen, jamaah haji asal Sidoarjo membaca doa dan tahlil. Mereka mendoakan Mbah Moen.

Hanya saja, yang boleh masuk ke lokasi pemakaman Ma’la hanya jamaah laki-laki. Sedangkan jamaah perempuan hanya bisa mendoakan di luar pemakaman.

“Ibu-ibu berdoa di luar makam Mbah Maimun Zubair. Khusus jamaah haji wanita tidak boleh masuk makam,” kata wartawan Global News Haji Purnomo Siswanto yang berhaji bersama istri tercinta.

Selain itu, rombongan haji Sidoarjo mengunjungi rumah tempat Rasulullah Muhammad SAW dilahirkan. Rumah kelahiran Rasulullah SAW ini sekarang dijadikan perpustakaan.

Rumah yang berada di sisi selatan Kakbah itu bisa dikunjungi jamaah haji yang ingin mempelajari tentang Islam. Di sana pengunjung diberi brosur sebagai petunjuk tentang riwayat kelahiran Rasulullah SAW. Pemberian brosur gratis dan ada video untuk diperlihatkan kepada siapa pun yang ingin mempelajari tentang Islam dan Rasullulah SAW.

Sehari sebelumnya, rombongan jamaah haji Sidoarjo, berkunjung ke Laut Merah di Jeddah. Mereka mengagumi suasana di sekitar Laut Merah atau dekat Masjid Apung sudah sangat bagus dan indah.

“Pada 20 tahun silam saat saya haji pertama di sekitar Laut Merah belum ada taman untuk berekreasi, tapi sekarang hampir sepanjang pantai di sekitar Masjid Apung sudah dibangun taman yang indah dan bisa dinikmati para jamaah haji dari seluruh dunia. Hanya saja selama pandemi kemarin ditutup untuk pengunjung. Saat ini sudah dibuka kembali. Selain itu, di sekitar Laut Merah sudah banyak berdiri hotel berbintang dan banyak restoran dan lainnya,” kata Haji Purnomo Siswanto.

Selanjutnya berziarah ke makam ibunda Siti Hawa di Jeddah. Sama dengan di Ma’la, hanya pengunjung laki-laki yang boleh masuk, sedang perempuan tidak boleh. “Cuma makamnya ibunda Siti Hawa, yang pasti tidak ditunjukkan, karena dikhawatirkan dikultuskan. Orang yang ziarah ke sana hanya boleh berdoa dari dekat tapi nggak boleh masuk ke area makam,” katanya.

Rombongan haji juga bertemu dengan TKW yang berjualan makanan khas Indonesia. TKW asal Pontianak Kalimantan Barat ini dikerumuni jamaah haji sebab mereka menjual makanan Indonesia seperti rujak dengan harga 10 real, isinya pencit, apel, dan buah pir. Lalu ada juga jemblem 3 biji seharga 5 real. Lalu Onde-onde isi kacang hijau 3 biji harga 5 real. “Rasanya enak,” katanya sambil mengirim sejumlah foto kegiatan jamaah haji asal Sidoarjo.

“Saya kirim foto saya dan nyonya dengan latar belakang batu surga yang warnanya hitam juga ya. Batu surga itu berada di tempat lokasi Sa,i di Shofa dan Marwah. Batu surga itu saat ini dipagari dengan pagar plastik atau pembatas dari plastik ukuran 1×2 meter. Tujuannya agar orang yang Sa,i tidak bergerombol di atas batu tersebut sehingga menyebabkan penumpukan orang,” katanya. (*)

 

baca juga :

Pasca Lahar Dingin, Bupati dan Wabup Lumajang Turun untuk Pastikan Warga Aman

Redaksi Global News

Pemkot Surabaya Siapkan Ruang Isolasi bagi ODP dan PDP Covid-19

Redaksi Global News

Belajar Otodidak, Belva Callista Putri Juara 1 Kompetisi Bahasa Inggris

gas