Global-News.co.id
Secangkir Kopi Utama

Fashion Week

SEJUMLAH daerah di tanah air kini demam fashion week. Berawal dari mencuatnya Citayam Fashion Week (CFW), sebuah street fashion yang dilakukan oleh anak-anak remaja di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD). Mengusung konsep Harajuku ala Jepang, Citayam Fashion Week dapat dijumpai di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di Stasiun MRT BNI Dukuh Atas dan Terowongan Kendal. Kini fenomena itu menyeruak ke sejumlah daerah di Indonesia.

Lalu, serasa tak mau ketinggalalan, sejumlah daerah di Jatim ikut- ikutan menggelar fashion week, seperti di Tunjungan dan Banyuwangi. Tak menutup kemungkinan nantinya daerah lain akan mengikutinya.

Ketika mendengar kata ‘Citayam’, satu pertanyaan besar yang lahir adalah Citayam termasuk wilayah Depok atau Bogor? Sebab, daerah ini memang terletak di antara perbatasan Kota Depok dan Kabupaten Bogor. Secara administratif, Citayam termasuk ke kawasan Kabupaten Bogor.

Di Surabaya hal serupa muncul di Jl. Tunjungan. Pmerintah kota (Pemkot) Surabaya mendukung fashion ini. Pemkot Surabaya tengah menata Jalan Tunjungan untuk memfasilitasi anak-anak muda yang ingin menyalurkan kreasi bakatnya, seperti fenomena Citayam Fashion Week (CFW), yang diramaikan oleh anak-anak Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok (SCBD) di Jakarta.

Penataan dilakukan supaya kegiatan seperti Tunjungan Fashion Week, tidak menyebabkan kemacetan dan tetap memperhatikan kenyamanan para pengguna jalan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menuturkan, pihaknya tidak melarang kegiatan fashion week di Jalan Tunjungan. Namun, dia tak ingin kegiatan itu justru menimbulkan kemacetan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

“Nanti kita tata. Jadi kalau mau fashion di Jalan Tunjungan, tapi di pedestriannya, jangan mengganggu pengguna jalan yang lain. Insyaallah nanti buka lagi hari Minggu tapi ada aturannya,” kata Eri, Selasa (26/7/2022).

Munculnya fenomena ini bisa jadi kita sangat rindu kepada show-show. Baik music hingga fashion, karena sudah dua tahun lebih kita dapat dikata tak mendapat suguhan-suguhan seperti itu. Munculnya fashion week ini akhirnya menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat.

Hanya saja, kegiatan fashion week tersebut jangan sampai menyebabkan kemacetan. Baik itu ketika digelar di Balai Pemuda Surabaya maupun pedestrian Jalan Tunjungan. Ini harus menjadi tanggungjawab kita semua, terutama Pemkot Surabaya. Jangan sampai ada yang dirugikan dengan adanya hiburan gratis ini. Jangan sampai pengguna jalan dirugikan. (*)

baca juga :

Mahasiswa ITS Teliti Membran Karbon Penyaring Gas Energi Terbarukan

Redaksi Global News

Mantan Jaksa Agung Andi Ghalib Meninggal Dunia

Teken MoU, Gus Muhdlor Minta KIS Serap 60 Persen Tenaga Kerja Warga Jabon