Global-News.co.id
Na Rona Utama

Dosen Ini Kembalikan Gaji Senilai Rp 447 Juta

Profesor Lallan Kumar

DOSEN perguruan tinggi Nitishwar, Bihar, India, ini punya cara unik untuk berempati pada mahasiswanya yang didera pandemi Covid-19. Biaya kuliah yang tinggi membuat mahasiswa kelimpungan. Padahal, meski pandemi Corona, biaya kuliah harus tetap dibayar walau kuliah dilakukan daring atau tanpa kehadiran dosen untuk tanpa muka. Proses perkuliahan daring ini pun dinilai tidak efektif.

Permasalahan semacam itu menyentuh hati sang dosen, Lallan Kumar. Maka, asisten profesor Bahasa Hindi di perguruan tinggi tersebut akhirnya memutuskan mengembalikan uang para mahasiswanya. Tidak tanggung-tanggung gajinya setara dengan gaji 33 bulan dikembalikan ke para mahasiswa.

Alasan Lallan Kumar mengembalikan uang para mahasiswanya tersebut bikin takjub. Ia mengaku tak tega mengambil uang para mahasiswa yang hanya bertemu sesekali lewat kelas online.

“Hati nurani saya tidak mengizinkan saya untuk mengambil gaji tanpa mengajar. Bahkan selama kelas online (selama pandemi), hanya ada segelintir siswa yang hadir untuk kelas Bahasa Hindi,” ujar Lallan Kumar kepada Times Now.

Lallan Kumar merasa dibayar tapi tidak melakukan apa-apa sehingga Sang Profesor pun merasa sedih. Bahkan dia berharap untuk pindah ke perguruan tinggi lain. Nominal gaji yang dia kembalikan tak sedikit, hingga aksi Lallan Kumar yang menyandang gelar profesor ini menjadi sorotan pihak universitas.

Menurut laporan media lokal, tawaran pengembalian gaji sejumlah Rs 23.80.000 atau setara Rp 447 juta itu akhirnya telah ditolak oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi juga menyatakan bahwa klaim yang diajukan Lallan Kumar tidak akurat dan mengatakan bahwa karena wabah Covid-19, kelas tidak diambil secara offline. Kumar mengaku dia sudah lama menginginkan dirinya agar dipindahkan ke tempat lain.

Kumar menambahkan, “Jika saya menerima gaji tanpa mengajar selama lima tahun, itu akan menjadi kematian akademis bagi saya.”

Manoj Kumar, selaku kepala universitas telah menutup klaim yang dibuat oleh Kumar. Dia mengatakan kepada NDTV bahwa tuduhan bahwa kelas Kumar memiliki tingkat kehadiran nol tidak berdasar dan bahwa masalah tersebut berasal dari pandemi. Ia mengklaim profesor seharusnya menghubunginya secara langsung jika dia menginginkan transfer.

RK Thakur, Wakil Rektor Universitas Babasaheb Bhimrao Ambedkar, Bihar, yang merupakan bagian dari perguruan tinggi tersebut, mengatakan akan melihat klaim dari Kumar tentang ketidakhadiran mahasiswa.

Dia menambahkan,“Profesor Lallan Kumar kesal dengan permintaan transfernya. Dia telah memberi kami cek (mengembalikan uang) tetapi kami belum menerimanya,” katanya. (ins, tnw)

 

baca juga :

TNP2K Libatkan Unair untuk Atasi Permasalahan Stunting

Redaksi Global News

Lebih Baik Bangun Trust, Pemerintah Tak Bisa Beri Sanksi Warga Tak Mau Divaksin

Titis Global News

Fatalitas Pertama, Dua Pasien Konfirmasi Omicron Meninggal Dunia

Redaksi Global News