Global-News.co.id
Koperasi dan UKM Metro Raya Utama

Dewan Berharap Koperasi di Surabaya Tumbuh Sejajar dengan Badan Usaha Lain

Karjono, salah satu penggagas dan pendiri koperasi syariah rumah susun sewa sederhana (rusunawa) pertama di Kota Surabaya.

SURABAYA (global-news.co.id) – Pimpinan DPRD Kota Surabaya mengharapkan koperasi yang ada di daerah ini bisa tumbuh sejajar dengan badan usaha lain, memiliki sensitivitas dalam pengembangan usaha dan diminati pemuda.

“Bagaimana pemuda-pemuda yang saat ini juga punya semangat wirausaha yang tinggi itu bisa lebih dekat, lebih kenal dan juga bisa terlibat menggunakan koperasi,” kata Reni Astuti yang juga Wakil Ketua DPRD Surabaya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/7/2022).

Menurut dia, masih dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-75, dukungan regulasi menjadi penting agar koperasi terus diminati serta menciptakan ekosistem bisnis yang dinamis, adaptif, dan akomodatif bagi kepentingan anggota dan masyarakat, terlebih untuk generasi milenial.

“Semangat gotong royong, semangat kebersamaan, nilai-nilai itu ada di koperasi. Jadi, ayo berkoperasi, koperasi itu keren,” ujar Reni.

Untuk itu, lanjutnya, upaya pembinaan, pengembangan, dan penguatan koperasi bisa berjalan dengan baik, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat luas.

Melalui koperasi, Reni mengajak kalangan muda bisa terhimpun dalam kelompok-kelompok usaha yang memperoleh kesempatan akses, sinergi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Hal senada juga diutarakan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, M Luthfy, dalam percakapan bersama Pimpinan DPRD Surabaya tersebut melalui sambungan telepon.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Surabaya periode 2019-2022 itu mengatakan urusan persyaratan untuk membentuk badan usaha koperasi dinilai masih menyulitkan saat ini.

“Semoga diberi kemudahan agar para milenial ini bisa membuat perizinan secara masif melalui koperasi,” kata Luthfy.

Menurut dia, koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia di era kekinian dirasa kalah pamor bila dibandingkan dengan anak muda yang tengah menggandrungi dunia saham dan investasi, sebab dianggap lebih bonafit.

Untuk itu, kata dia, dukungan terhadap upaya transformasi menjadi salah satu langkah supaya anak-anak muda dapat ikut berpartisipasi dan mewadahi mereka untuk memiliki badan usaha koperasi dalam mengembangkan peluang di era digital. (pur)

baca juga :

Menko Marvest Sambut Positif Upaya Pengembangan Potensi Kelautan Jember

Redaksi Global News

Kualifikasi Piala Asia 2023: Indonesia Kalah 0-1 dari Yordania

14 November: Kasus Positif Naik 5.272, Total 463.007 Orang

Redaksi Global News