Global-News.co.id
Pendidikan Utama

UK Petra Miliki Profesor Pertama Bidang Ilmu Elektro

Prof Hanny saat melakukan orasi

SURABAYA (global-news.co.id) – Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengukuhkan Prof IrnHanny Hosiana Tumbelaka MSc, PhD sebagai Guru Besar bidang Ilmu Teknik Elektro, Jumat (10/6). Rapat Senat Terbuka ini digelar secara hybrid di Auditorium gedung Q kampus UK Petra.

“Puji Tuhan. Seluruh keluarga besar UK Petra sangat berbahagia atas bertambahnya guru besar pertama di program studi Teknik Elektro UK Petra. Ini menjadikan jumlah profesor aktif penuh waktu di UK Petra menjadi 14 orang,” kata Rektor UK Petra Surabaya Prof Dr  Ir Djwantoro Hardjito M
Eng.

Tertarik di bidang elektronika daya maka dalam pengukuhannya, Prof Hanny bicara mengenai “Peranan Elektronika Daya dalam Menunjang Energi Berkelanjutan”. Dosen prodi Teknik Elektro UK Petra itu merinci, alat yang penting dalam elektronika daya untuk menunjang energi berkelanjutan adalah converter DC-AC (inverter).

Dosen kelahiran Surabaya yang melakukan berbagai percobaan model berbasis elektronika daya di laboratorium UK Petra ini mengatakan bahwa ternyata inverter yang selama ini ada di pasaran bisa disederhanakan bahkan bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas daya listrik sekaligus menyalurkan energi terbarukan ke jaringan listrik.

“Menggunakan energi matahari yang ditangkap oleh solar panel maka energi itu akan diolah lalu bisa menjadi sumber energi yang bisa digunakan untuk kebutuhan manusia sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Misalnya untuk menyalakan lampu dan lain-lain,” rinci Prof Hanny yang memiliki empat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI) secara perorangan maupun bersama dosen lain.

Harapan guru besar Perguruan Tinggi Swasta di Surabaya pertama yang meneliti elektronika daya ini penelitiannya akan dapat mengantisipasi krisis energi yang kini marak terjadi. “Tetapi masih perlu pengembangan kembali khususnya mengenai komponen penyimpanan energi dan mengintegrasikan teknologi informasi serta kecerdasan buatan,” tambah pria yang mengambil gelar Ph.Dnya di Curtin University of Technology di Australia.

Prosesi Rapat Senat berlangsung sederhana namun khidmat. Dalam sambutannya, Hanny mengungkapkan rasa syukurnya. “Saya sangat bersyukur pada Tuhan untuk jabatan akademik tertinggi bagi seorang dosen ini. Sebab hal ini bukan akhir dari kehidupan seorang dosen, akan tetapi harus tetap berkarya untuk menjadi berkat bagi sesama manusia,” urai dosen yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Studi Teknik Energi Listrik Prodi Teknik Elektro UK Petra.

Usai sambutan, Prof. Hanny berkesempatan melakukan prosesi pemasangan tanda nama pada prasasti guru besar. Hal ini menjadikan sebuah tanda peresmian prosesi pengukuhan guru besar di UK Petra. (tis)

baca juga :

Ekspor Dua Juta Mobil, Presiden: Bukti SDM Indonesia Berkualitas

Redaksi Global News

Salat Jumat Perdana di Masjid Hagia Sophia Digelar 24 Juli

Redaksi Global News

Pemkot Surabaya Beri Reward Peraih Medali PON XX-2021 Papua

Redaksi Global News