Global-News.co.id
Sport Utama

Sidoarjo Raya dan Kabupaten Malang, Kandidat Calon Tuan Rumah Porprov VIII

Ketua KONI Jatim, M Nabil di tengah tengah peserta Rakerprov

SURABAYA (global-news.co.id) – Salah satu pembahasan dalam  Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jawa Timur (Jatim), adalah pencalonan Sidoarjo Raya dan Kabupaten Malang, menjadi tuan rumah Pekan Olahraga (Porprov) VIII Jatim.

KONI Jatim memasukkan dua kandidat, yakni empat daerah Sidoarjo Raya (Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto dan Jombang), kemudian Kabupaten Malang. Kedua kandidat tersebut, sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jatim 2024, mendatang.

Dua daerah itu, dinyatakan sebagai nominasi lantaran mengajukan diri sebagai tuan rumah Porprov VIII secara tertulis. Dan, sudah melakukan pemaparan kesiapan mereka di hadapan peserta Rakerprov KONI Jatim.

“Hari ini kita belum memutuskan, dua calon yaitu Sidoarjo Raya dan Kabupaten Malang. Mereka masuk nominasi sebagai tuan rumah. Bidding dari mereka, akan kita serahkan kepada Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) untuk memilih. Sebab, Porprov ini gawenya Pemprov Jatim kita hanya sebagai pelaksana,” ungkap Wakil Ketua KONI Jatim, Irmantara Subagjo.

Sedangkan Ketua KONI Jatim M Nabil mengatakan, ada beberapa parameter dipakai dalam penetapan tuan rumah Porprov. Paling utama kesiapan adalah pemerintah daerah, dalam hal ini ada jaminan dari kepala daerah mereka siap untuk menjadi tuan rumah.

“Parameternya kesiapan Pemkab atau kepala daerahnya, lalu venue, akomodasi, kesiapan perangkat yang ada di daerah tersebut. Kemudian kita estimasi apa bisa terealisasi nggak saat pelaksanaan?” ungkap Nabil.

Terkait penyelenggaraan Porprov VIII, sesuai agenda digelar setiap dua tahunan. Artinya, agenda Porprov VIII rencananya digelar tahun 2024.

Namun, lanjut Nabil, diketahui pada 2024 ada agenda nasional yaitu Pemilu dan Pilkada serentak. Sehingga kemungkinan penyelenggaraan bisa maju atau mundur.

“Kalau Porprov VII tahun 2022, maka yang kedelapan tentu 2024. Tapi, ini masih bisa berubah melihat kondisi nantinya. Kalau boleh memilih, sebaiknya maju 2023. Karena kalau mundur 2025, kemungkinan berhimpitan dengan PON XXI,” ujarnya. (ins, jtm)

baca juga :

Vaksin Covid-19 Tiba, Presiden Minta Masyarakat Tetap Disiplin 3M

Redaksi Global News

Walikota Kumpulkan Pelaku Usaha Surabaya, Virus Corona Pengaruhi Impor Barang

Redaksi Global News

e-Tilang Didominasi Pelanggaran Markah Jalan

Redaksi Global News