Global-News.co.id
Nasional Utama

PPIH Embarkasi Surabaya Sita Sejumlah Barang Bawaan JCH

PPIH) Embarkasi Surabaya menyita sejumlah barang bawaan jamaah calon haji (JCH)

SURABAYA (global-news.co.id) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menyita sejumlah barang bawaan jamaah calon haji (JCH) karena tidak dibolehkan menurut aturan penerbangan internasional.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Husnul Maram, memastikan barang-barang bawaan yang tidak dibolehkan dalam penerbangan internasional sebenarnya sudah disosialisasikan kepada jamaah calon haji.

“Tapi, sampai hari ketiga pemberangkatan masih saja ada jamaah yang membawa barang-barang yang tidak diperbolehkan itu,” katanya kepada wartawan di Surabaya, Senin.

Terhitung sejak pemberangkatan kelompok terbang (kloter) 1 hingga 3, paling banyak PPIH Embarkasi Surabaya menyita alat pengisi daya atau power bank yang dibawa jamaah calon haji.

Maram menjelaskan terdapat sebanyak 11 koper milik jamaah Kloter 1 yang terdeteksi Sinar X karena membawa barang-barang yang dilarang. “Di antaranya ditemukan sebanyak 10 power bank,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur itu menandaskan, salah satu koper milik calon haji asal kloter 1 yang diamankan ditemukan berisi beras sebanyak 5 liter.

“Membawa power bank dilarang dalam penerbangan internasional karena tergolong mudah meledak. Kami juga mengimbau jamaah tidak perlu membawa beras karena selama berada di Tanah Suci sudah dijamin makanannya,” ucapnya.

Saat pemeriksaan barang bawaan jamaah calon haji Kloter 3, pada Minggu, 5 Juni lalu, PPIH Embarkasi Surabaya kembali menemukan sebuah koper yang berisi power bank. “Dari jamaah Kloter 3, paling banyak kami menyita rokok. Ada sebanyak 10 bungkus rokok yang kami amankan,” kata Maram.

Dia menjelaskan sebanyak 10 bungkus rokok itu terpaksa harus dibongkar dari dalam koper karena melebihi batas maksimal yang diperbolehkan aturan penerbangan internasional.

“Batas maksimal yang diperbolehkan dalam penerbangan internasional hanya sebanyak 200 batang rokok atau 2 slop saja,” katanya.

Lebih lanjut, Kakanwil Maram mengingatkan agar para jamaah yang akan berangkat dengan Kloter berikutnya mematuhi aturan penerbangan tersebut.

“Ada beberapa barang yang sama sekali tidak boleh masuk ke Arab Saudi, salah satunya obat yang tidak jelas komposisinya. Sedangkan obat-obatan dan multivitamin yang mereknya terdaftar di BPOM masih bisa masuk Saudi, sepanjang dibawa dalam jumlah yang wajar, yaitu sebatas dua atau tiga strip saja. Kalau membawa lebih dari 50 strip obat-obatan, ini mau ibadah atau jualan?” tuturnya. (ntr, ins)

baca juga :

Abaikan Catatan Bagus Lawan Bhayangkara FC, Aji Minta Pemain Fokus

Redaksi Global News

Dikabarkan Positif Corona, Menteri Edhy dalam Kondisi Sehat

Redaksi Global News

Digilas Borneo FC, Tim Persela di Ambang Degradasi