Global-News.co.id
Kesehatan Nasional Utama

Pacu Pemenuhan Kuota PBI JK, Direktur BPJS Kesehatan Datangi Pemprov Jatim

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan David Bangun saat beraudiensi dengan Pj Sekdaprov Jatim Wahid Wahyudi, Senin (20/6/2022).

SURABAYA (global-news.co.id) – Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan David Bangun mengapresiasi langkah Pemprov Jatim dalam memacu pemenuhan kuota Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) tahun 2022. Pernyataan itu disampaikan saat audiensi ke Pemprov Jatim, Senin (20/6/2022).

Dalam audiensi tersebut, David menjelaskan bahwa saat ini capaian kepesertaan PBI JK aktif secara nasional sampai dengan 31 Mei 2022 berjumlah 89.831.462 jiwa sehingga masih terdapat selisih sejumlah 6.968.538 jiwa dari kuota tahun 2022 yang telah ditetapkan sebesar 96.800.000 jiwa.

“Provinsi Jawa Timur masih memiliki potensi yang besar, terutama disebabkan karena saat ini jumlah kepesertaan penduduk Jawa Timur saat ini baru mencapai 81,51% dari total penduduk sejumlah 41 juta jiwa. Sementara masih terdapat sisa kuota PBI JK sejumlah 789.869 jiwa yang harus segera terpenuhi,” tambah David.

Ia menjelaskan pihaknya berkolaborasi lintas kementerian dengan mengundang seluruh Pemkab/Pemkot di Jawa Timur dalam kegiatan Kelas Konsultasi Implementasi Perpres (KKIP). Kementerian yang dimaksud adalah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial.

‘’Diharapkan melalui kelas konsultasi ini tidak lama lagi kuota PBI JK Propinsi Jawa Timur Tahun 2022 dapat segera terpenuhi. Untuk itu kami mohon dukungan segenap jajaran pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk mendukung bersama program nasional ini,’’ tambah David.

Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pengembangan SDM dan Program Kementerian Suhadi Lili menyampaikan bahwa untuk pemenuhan kuota PBI tersebut tetap harus memperhatikan kriteria layak dianggap sebagai penerima bantuan iuran sesuai dengan regulasi Kementerian Sosial serta dapat dimasukan kedalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

‘’Harapan kami agar pelaksanaan usulan ini tetap mempertimbangkan kriteria penerima bantuan iuran,’’ tambah Suhadi.

Pj Sekdaprov Jatim Wahid Wahyudi menyampaikan apresiasinya atas komunikasi yang telah dibangun oleh BPJS Kesehatan untuk mendorong pemenuhan kuota PBI JK Jawa Timur Tahun 2022. Menurutnya target pemenuhan kuota PBI JK membutuhkan langkah segera mengingat sisa yang masih cukup besar.

‘’Terima kasih saya ucapkan atas kunjungan tim dari BPJS Kesehatan untuk menyampaikan beberapa hal, termasuk permasalahan mengenai pemenuhan kuota yang membutuhkan langkah segera mengingat sisa kuota yang masih cukup besar. Diharapkan dengan adanya rapat koordinasi dengan kabupaten dan/atau kota se-Jawa Timur, sisa kuota tersebut dapat terpenuhi dalam 2 bulan. Pemprov Jatim sangat mendukung dan membuka diri untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan,’’ tutup Wahid. (tis)

baca juga :

Pemprov Jatim Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka , Gubernur Khofifah Minta SMA, SMK, dan SLB Bentuk Tim Satgas Covid-19 Tiap Sekolah

gas

165.790 Pekerja Gagal Terima Subsidi Gaji

Titis Global News

Kawasan Industri Nganjuk (KING) Bersiap Petakan UKM Unggulan

Titis Global News