Global-News.co.id
Nasional Utama

Hari LH Sedunia, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Cintai Lingkungan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menanam mangrove

SURABAYA (global-news.co.id) – Menyambut  Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat mencintai dan menjaga lingkungan dimulai dengan tindakan sederhana. Misalnya dengan menanam pohon, membersihkan sampah, tidak membuang sampah di sungai, serta mengurangi penggunaan kantong plastik.

Tahun ini, HLH Sedunia diperingati dengan tema yang sama pada 50 tahun yang lalu yaitu ‘Only One Earth’ (Sustainably in Harmony with Nature).

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah memutuskan untuk menggunakan tema Indonesia yaitu Satu Bumi untuk Masa Depan.

“Beberapa hal sederhana bisa menjadi wujud nyata untuk ikut menjaga lingkungan kita, agar tetap sehat dan lestari,” ujar Khofifah ketika dijumpai di sela-sela kegiatan mendampingi Wapres melepas keberangkatan Jemaah Haji di Bandara Juanda, Sidoarjo, Sabtu (4/6/2022).

Menurut Khofifah, melalui tindakan yang sederhana tersebut, masyarakat ikut mewujudkan tema HLH tahun ini yaitu “Satu Bumi untuk Masa Depan”. Meskipun tindakannya sederhana, namun dampaknya bisa cukup besar bagi lingkungan.

“Kontribusi kita bersama ini sangat penting untuk menciptakan impact, apalagi jika dilakukan bersama-sama. Dimulai dari hal sederhana untuk lingkungan kita, maka bisa berdampak besar bagi kelestarian lingkungan kita,” kata orang nomor satu di Jatim itu.

Gubernur Khofifah mencontohkan upaya masyarakat yang berbelanja dengan tas kain dan tidak lagi menggunakan kantong plastik. Perilaku ini nantinya dapat mengurangi beban sampah plastik yang susah terurai.

Selain itu, masyarakat bisa mengurangi konsumsi produk berbahan plastik lainnya seperti styrofoam, air mineral kemasan, maupun sedotan plastik.

“Sebagai contohnya, saya lihat di minimarket di sejumlah daerah sudah mengurangi tas plastik dan menggantinya dengan kain untuk belanja. Plastik ini dipakai, (terbuang) kemana-mana kan, ke sungai, ke mana-mana. Dengan penggunaan tas kain ini bisa diterapkan masyarakat untuk menjaga lingkungan,” tutur Khofifah.

Tak hanya mengurangi beban sampah plastik, lanjut Khofifah, masyarakat bisa ikut menjaga lingkungan dengan melakukan penanaman pohon. Ini dilakukan sebagai upaya meredam kenaikan gas rumah kaca sebagai penyebab utama pemanasan global dan perubahan iklim.

“Semua ini ketika dilakukan dapat menjadi habit bagi kita semua. Perilaku yang harus kita mulai bangun dari diri sendiri kemudian di-getok tular-kan pada lingkungan sekitar kita,” ujarnya.

Khofifah juga menekankan pentingnya melakukan restorasi dan penanaman kembali mangrove. Pemprov Jatim terus mengejar target 34.000 hektar restorasi mangrove di seluruh wilayah pesisir Jatim.

Percepatan pencapaian target tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi perubahan iklim dan pemanasan global. “Restorasi ini juga menjadi salah satu cara untuk merevitalisasi kembali kawasan mangrove Jatim sebagai salah satu destinasi unggulan ekowisata dan eduwisata Jatim,” tambahnya.

Guna mendukung hal itu, Gubernur Khofifah menggelar gerakan restorasi mangrove dengan tajuk “Nandur Mangrove” di sejumlah daerah. Di antaranya kawasan Wana Wisata Pantai Sowan, Tuban dan Banyuurip Mangrove Center, Gresik. Selanjutnya, “Nandur Mangrove” juga dilakukan di Kabupaten Banyuwangi bersama bupati dan walikota se-Jatim, termasuk Kabupaten Bangkalan.

Ke depan, Program Nandur Mangrove ini akan dilakukan secara masif terutama bagi wilayah-wilayah yang telah terkonfirmasi siap tanam.

“Seluruh elemen masyarakat untuk menyadari bahwa kerelawanan, kerjasama dan kolaborasi sangat dibutuhkan dalam proses revegetasi dan rehabilitasi mangrove,” kata dia. (jtm, ins)

baca juga :

2021, Anggaran PEN Dipatok Rp 553,1 Triliun

Redaksi Global News

Festival Rujak Uleg, Momentum Hidupkan Kota Tua di Surabaya

Bagikan Bansos, Kapolresta Sidoarjo Salut Semangat Merah Putih Warga

gas