Global-News.co.id
Secangkir Kopi

Harga Cabai Lagi…

LAGI-LAGI harga cabai naik. Ini lagi-lagi menjadi persoalan tersendiri bagi emak-emak. Mengapa? Karena kenaikan cabai tersebut akan mempengarui “neraca” perbelanjaan. Kadang seseorang mengatakan, kenaikan harga cabai saja, tak akan memperanguhi uang belanja.

Mungkin saja begitu, tetapi hal itu mungkin berlaku bagi masyarakat yang pendapatannya mnenengah ke atas. Bagi masyarakat bawah, keadaan itu, sangat “mengganggu” pengaturan uang belanjanya.

Data Siskaperbapo menunjukkan harga cabai di Jawa Timur mengalami kenaikan, harga rata-rata Jawa Timur untuk komoditas Cabai Rawit Merah per tanggal 7 Juni 2022 sebesar Rp. 84.823,-, meningkat 241,48% (Rp. 59.983,-) dibandingkan harga tanggal 10 Mei 2022 sebesar Rp. 24.840,- sedangkan Harga rata-rata Jawa Timur untuk komoditas Cabai Merah Besar per tanggal 7 Juni 2022 sebesar Rp. 62.144,-, meningkat 78,58% (Rp. 27.346,-) dibandingkan harga tanggal 10 Mei 2022 sebesar Rp. 34.798,-.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim Hadi Sulistyo menambahkan, perkembangan komoditas cabai rawit pada Januari–Maret tahun 2022 yaitu luas tanam mencapai 14.562 hektare dengan hasil panen mencapai 164.806 ton dan konsumsi sebesar 218.273 ton/kapita/tahun. Dengan demikian, produksi cabai rawit masih surplus 146.533 ton. Dilanjutkan April sebesar 63% dan prognosa pada Mei menunjukkan bahwa luas tanam cabai rawit yaitu sebesar 6.274 ha dengan sasaran produksi sebesar 104.007 ton sehingga diperkirakan mendapatkan surplus sebesar 91.825 ton.

“Kebutuhan cabai rawit untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kurang lebih sebesar 85%-90% dan kebutuhan industri sebesar 10%-15% dari total produksi. Secara umum masih terpenuhi,” kata Hadi.

Harga cabai di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Timur mengalami kenaikan. Mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Provinsi Jatim melakukan beberapa upaya kongkrit supaya produksi cabai terus berjalan, sehingga mampu menstabilkan kembali harga cabai di pasaran.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan koordinasi dengan Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) di Kabupaten Kediri, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa saat ini terdapat dua penyebab kenaikan harga cabai rawit.

Yang jelas curah hujan yang turun hampir setiap hari belakangan ini mempengaruhi tingkat produksi. Hanya sja, Hari Raya Idul Adha, tak lama lagi akan dirayakan oleh umat Islam. Sudah barang tentu kebutuhan cabai akan menigkat dari biasanya. Karena itu, kenyataan ini haruis dipikirkan, agar mendekati Idul Adha tidak terjadi gejolak harga cabai. (*)

baca juga :

Keteguhan Risma

Redaksi Global News

Libur Idul Fitri

gas

Pajak Tembus Rp 900 Triliun

Redaksi Global News