Global-News.co.id
Mataraman Utama

Hama Wereng Merajalela, Dispertakan Kab. Madiun Lakukan Gerdal

Petugas BPP Kec. Madiun bersama petani saat melakukan penyemprotan massal.
MADIUN (global-news.co.id) – Serangan wereng terhadap tanaman padi di Kabupaten Madiun semakin meresahkan petani. Untuk mengendalikan hama tersebut, Pemkab. Madiun melalui Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun melakukan gerakan pengendalian (gerdal) hama wereng.
Seperti yang dilakukan petugas dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Madiun yang telah melakukan  gerdal hama wereng secara massal dan berkelanjutan di Desa Dempelan Madiun pada Rabu, 15 Juni 2022.
Petugas Penyuluh Pertanian Wilayah Binaan ( PPL WIBI) Dempelan, Hendro Setyono mengatakan serangan hama sudah terjadi di mana-mana. Petani hendaknya waspada terhadap gejala-gejala penyakit yang menyerang tanaman padi. Apakah itu wereng atau penyakit lain.
“Kami mohon petani aktif melakukan pengamatan terhadap tanaman padi, apabila ditemukan atau terjadi gejala hama dan penyakit segera laporkan ke petugas.” kata Hendro.
Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) BPP. Kec. Madiun, Saiful Muniri menjelaskan untuk mengendalikan hama wereng, pihaknya bersama petani melakukan penyemprotan secara massal. Sasarannya adalah tanaman padi yang sudah terindikasi  serangan wereng maupun yang belum.
” Hal ini untuk mencegah penyebaran  hama wereng.” jelas Saiful Petugas POPT BPP Madiun.
Bahaya serangan wereng menurutnya, apabila tidak segera dikendalikan dapat mengakibatkan tanaman kering dan gagal panen. Kebanyakan serangan WBC pada tanaman secara umum disebabkan faktor cuaca, tanam tidak serempak, jenis varietas dan  penggunaan varietas secara terus-menerus.
” Upaya pengendalian untuk semua jenis OPT diupayakan dari awal budi daya tanaman. Apabila tanaman sehat lebih tahan terhadap serangan penyakit.” ujarnya.
Dikatakan, di Kecamatan Madiun hampir seluruh desa sudah dilakukan pengendalian.  Diperkirakan ada 15 hektar tanaman padi yang menjadi sasaran pengendalian.
 “Kegiatan seperti ini (gerdal) dapatnya di tindaklanjuti oleh seluruh petani.” imbuh Saiful.
Ditegaskan, untuk tanaman yang belum terserang hendaknya dilakukan pengamatan secara kontinyu. Apabila terjadi gejala serangan segera menghubungi petugas.
“Petani harus aktif melakukan pengamatan, apabila terjadi gejala penyakit segera menghubungi petugas di wilayah binaan masing-masing.” tandasnya.
Sementara, Karjito, Ketua Poktan Sido Rukun Dempelan menyampaikan terima kasih kepada petugas yang telah melakukan upaya pencegahan dan pengendalian hama wereng dikelompoknya.
Dengan adanya bantuan obat dan penyemprotan secara massal, akan membantu petani mengatasi persoalan hama wereng.
“Dengan adanya kegiatan tersebut, petani akan merasa senang dan terbantu.” pungkasnya.
Diinformasikan, dalam gerdal hama wereng, Dispertakan Kab. Madiun melalui petugas di lapangan telah mengeluarkan bantuan obat sebanyak 5 liter per titik sasaran di desa-desa. (her)

baca juga :

Pemerintah Sudah Salurkan Rp 2,28 Triliun Dana Desa

Redaksi Global News

Baliho Bakal Calon Bertebaran, KPU Belum Bisa Bertindak Tegas

Redaksi Global News

12 Pejabat Pemprov Jatim Memasuki Pensiun, Dua Mundur Maju Pilkada