Global-News.co.id
Nasional Pendidikan Utama

Disaksikan Dirut RRI, Stikosa – AWS dan RRI Surabaya Teken MoU Penguatan Konten Digital

Penandatanganan MoU antara Stikosa – AWS dengan LPP RRI Stasiun Surabaya, di Ruang Utama Tri Prasetya RRI Stasiun Surabaya, Kamis (16/6/2022)

SURABAYA (global-news.co.id) – Tari Jejer atau Tari Gandrung, tarian tradisional asal Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi pembuka pelaksanaan MoU (Memorandum of Understanding) antara Stikosa – AWS dengan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Stasiun Surabaya. Kecuali itu ada acara arahan Direktur Utama LPP RRI, di ruang utama Tri Prasetya RRI Stasiun Surabaya, Kamis (16/6/2022).

Gelaran penandatanganan MoU yang dilakukan Dr Meithiana Indrasari, ST, MM selaku Ketua Stikosa – AWS dengan M. Lahar Rudiyarso, SSos, MAp, selaku Kepala LPP RRI Stasiun Surabaya. Acara itu disaksikan oleh Direktur Utama LPP RRI Dr Ignatius Hendrasmo dan Direktur Keuangan LPP RRI Muhammad Fauzan, SE, MM beserta jajaran Kepala Stasiun LPP RRI se-Jawa Timur. Juga jajaran pimpinan dan angkasawan- angkasawati RRI Stasiun Surabaya, serta jajaran pimpinan Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT) beserta pimpinan sivitas akademika dan mahasiswa Stikosa – AWS.

Direktur Utama RRI Dr. Ignatius Hendrasmo, mengatakan, ini akan menjadi kerjasama yang saling menguntungkan (antara RRI dengan Stikosa – AWS). Diharapkan kerjasama ini dapat meningkatkan public engagement RRI dengan karya – karya kreatif mahasiswa,  sehingga dapat membantu RRI memproduksi konten-konten program siaran dan pemberitaan yang lebih baik dan sangat menarik.

“Di satu sisi RRI juga membantu Stikosa – AWS melaksanakan tugas praktik dan pengabdian masyarakat secara nyata bersama RRI,” ujar Ignatius Hendrasmo, saat menghadiri dan menyaksikan langsung MoU RRI Stasiun Surabaya dengan Stikosa – AWS.

Tari Jejer atau Tari Gandrung Banyuwangi menjadi acara pembuka MoU

Lebih jauh dia mengatakan, untuk peningkatan kualitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) RRI se- Jawa Timur, di antaranya RRI Stasiun Sumenep Madura, Madiun, Jember, Malang, dan daerah – daerah lainnya, yang siap menempuh pendidikan digital jurnalistik dan boradcasting di kampus Stikosa-AWS.

“Ada beberapa tenaga kerja di RRI se-Jawa Timur kami siapkan untuk menempuh pendidikan di Stikosa – AWS, untuk peningkatan kualitas SDM dan pengembangan kompetensinya dalam konten-konten digital,” imbuh Hendrasmo, pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah ini.

Penandatanganan MoU Stikosa – AWS juga dihadiri Kepsta  LPP RRI Sumenep, Nandang Supriadi, ST, MM, Kepsta LPP RRI Madiun Agus Sukoyo, SAp, MAp, Kepsta LPP RRI Jember Suroso, SE, dan Kepsta LPP RRI Malang Iwan Lathan.

Di kesempatan sambutannya usai penandatanganan MoU, Kepala Stasiun (Kepsta) LPP RRI Surabaya, M. Lahar, mengatakan RRI menginginkan bentukan tim yang kuat khususnya pada bagian pemberitaan di RRI dengan Stikosa – AWS guna meningkatkan engagement di akun media sosial RRI.

MoU yang dilakukan Dr Meithiana Indrasari, ST, MM selaku Ketua Stikosa – AWS dengan M. Lahar Rudiyarso, SSos, MAp, selaku Kepala LPP RRI Stasiun Surabaya

“Sesuai dengan instruksi Dirut, kerjasama dengan Stikosa – AWS kita akan memberdayakan mahasiswa terutama di jurusan Jurnalistik, karena beliau menginginkan ada sebuah tim yang kuat khususnya di siaran pemberitaan, yaitu dengan menggunakan pola pendampingan terhadap mahasiswa Stikosa – AWS,” ujar M. Lahar.

Dengan penandatanganan MoU tersebut, Ketua Stikosa – AWS berterima kasih dan mengapresiasi kerjasama yang sudah terjalin lama antara Stikosa – AWS dengan LPP RRI Stasiun Surabaya.

“Sebagai pelaksana akademik, kami sangat senang untuk bekerjasama lebih jauh lagi dengan RRI Surabaya. Bahkan di sini hadir juga Kepsta RRI Sumenep, Jember, Malang, dan Madiun, kami siap bekerjasama dalam program-program peningkatan produksi konten digital,” ujar Dr Mei sapaan akrab Dr Meithiana Indrasari, Ketua Stikosa – AWS.

“Terkait arahan Dirut RRI untuk peningkatan kualitas dan kompetensi SDM LPP RRI se- Jawa Timur, kami sangat siap apalagi di sini juga hadir ibu Titik pimpinan yayasan kami (Dra Titik Mudjiana, Bendahara YPWJT, Red), yang juga pernah di RRI sini,” imbuh Dr Mei di penghujung sambutannya. (fan)

baca juga :

Kapasitas Pengujian Labkesda Surabaya Ditingkatkan Jadi 4.000 Spesimen Mulai Agustus

Redaksi Global News

14 Juli: Tambah 296 Kasus, Positif COVID-19 di Jatim 17.212 Orang dan 1.289 Meninggal

Redaksi Global News

Mal DKI Jakarta Buka Besok dengan Jam Operasional Terbatas

Redaksi Global News