Global-News.co.id
Madura Utama

APK-APM Siswa Lebihi Nasional, Wabup Fattah Jasin: Komite-Manajemen Sekolah Harus Tingkatkan Sinergi

PAMEKASAN (global-news.co.id) –Dewan Pendidikan Pamekasan, Senin (27/6/22) menggelar Workshop Penguatan Kapasitas Komite Sekolah dengan tema ‘’Tantangan, Harapan dan Hambatan Implementasi Merdeka Belajar pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah’’.
Kegiatan yang digelar di Hotel Syariah ‘’Cahaya Berlian” Jalan Trunojoyo Pamekasan ini dibuka Wakil Bupati Pamekasan Dr Ir RB Fattah Jasin MS, diikuti para Komite Sekolah Tingkat SD, SLTP dan SLTA se Pamekasan dan para stakeholder pendidikan lainnya.
Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Kepala Kemenag Pamekasan Mawardi MHI, Kepala Disdikbud Pamekasan Achmad Zaini dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim di Pamekasan Slamet Gustiantoko.
Kepada wartawan yang menemuinya usai membuka acara tersebut, Fattah Jasin mengatakan Komite Sekolah merupakan bagian yang tak dipisahkan untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan tugas pembangunan bidang pendidikan.
“Dewan pendidikan di kabupaten Pamekasan hari ini melaksanakan sebuah kegiatan workshop khusus untuk komite. Saya kira komite sekolah itu bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka untuk membantu pemerintah dalam pendidikan yang menjadi kewenangan pemerintah apakah itu ditingkat SD, SMP, SMA SMK, ” katanya.
Dia mengungkapkan angka partisipasi kasar (APK) maupun Angka Partisipasi Murni (APM) siswa di Pamekasan sangat abus. Tingkat SD tembus angka 104 %. SMP APK- nya bahkan lebih tinggi mencapai angka 110 %. Sedangkan APM tingkat SD 99 % dan SMP. Angka itu diakuinya telah melebihi dari standart minimal nasional yakni 80 %.
“Kalau melihat ukuran dan angka partisipasi, untuk SD SMP itu ada APK dan APM. Kalau SD udah tembus 104 % APK nya, sudah luar biasa. SMP untuk APK lebih tinggi malah 110 % dan APM  murninya 99 % untuk SD SMP artinya itu sudah standarnya melebihi apa yang diamanatkan bahwa minimal 80 %,” tuturnya.
Hanya saja, lanjut Fattah Jasin, untuk tingkat SLTA angkanya tidak setingti SD dan SMP. Karena ada yang tidak terhitung yakni lembaga pondok pesantren yang menyelenggarakan pendidikan namun tidak dihitung dalam indeks pembangunan manusia karena tidak menggunakan kurikulumnya pemerintah.
Dia menegaskan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam berkomitmen tinggi untuk bidang pendidikan. Karena itu anggaran bidang pendidikan dan kebudayaan mencapai 27 % dari APBD. Baik untuk kesejahteraan guru, perbaikan kurikulum, sertifikasi guru, infrastruktur dan kegiatan lain yang mendukung, termasuk komite Sekolah.
Pemkab Pamekasan, kata dia,  memastikan ingin bersinergi dengan komite sekolah, karena komite ini adalah kelompok yang memperkuat dan membantu manajemen sekolah dalam rangka memenuhi kebutuhan sekolah dan anak didik.
“Walaupun ada anggaran BOS tapi itu kan hanya untuk kegiatan rutin, tapi diluar itu, komite sekolah saya kira banyak membantu bersama dengan manajemen disekolah. Jadi perlu koordinasi, integrasi dan sinergi antara berbagai lembaga dan elemen terkait,” pungkasnya. (mas)

baca juga :

Surabaya Satu-satunya Kota Peraih APE Kategori Mentor dari Kementerian PPPA

Redaksi Global News

Terintegrasi dengan Pengadilan Negeri, Ini Inovasi Pelayanan Terbaru Dispendukcapil Surabaya

Redaksi Global News

Deklarasi Surabaya Memanggil, Relawan di Kota Pahlawan Siap Dukung Pemkot Lawan Covid-19