Global-News.co.id
Secangkir Kopi

Ancaman Omicron

Covid-19 mengancam lagi. Beberapa hari terakhir ini, jumlah penambahan kasus meningkat terus. Sejumlah pihak mengkhawatiorkan kenyataan ini. Omicron dengan varian barunya akankah menjadi ancaman? Atau akan melahirkan covid-19 gelombang ketiga?

Pertanyaan-pertanyaan seperti tak sedikit terlontar di tengah-tengah masyarakat. Jelas ini menjadi kekhawatiran lagi. Apalagi tren penambah kasus covid-19 semakin terlihat. Pemerintah melaporkan kasus baru Corona (COVID-19), Rabu (22/6/2022), terdata ada penambahan 1.985 kasus dari 34 provinsi di Indonesia.

Jumlah penambahan tersebut cukup signifikan bila disbanding, Selasa (21/6/2022), yang mencapai 1.678 kasus. Sementara, Senin (20/6/2022), terdapat penambahan 1.180 kasus.

Wajar bila ada kekhawatiran. Apalagi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, puncak kasus harian Covid-19 sebagai akibat penularan subvarian BA.4 dan BA.5 diperkirakan mencapai 20.000 per hari. Hal ini berdasarkan analisis perbandingan dengan puncak kasus harian akibat penularan varian Delta dan varian Omicron.

Saat varian Delta dan omicron mengamuk puncaknya di 60.000 kasus sehari. Akankah prediksi Menkes, varian omicron ini akan menjacapai puncaknya dengan tambahan 20,000 per harinya? Inilah yang harus secara seksama diperhatikan.

Prokes yang belakangan ini semakin mengendor harus diingatkan kembali. Juga demikian dengan vaksinansi yang harus digencarkan lagi. Terutama vaksinasi ketiga booster. Perlu diperhatikan, yakni di sejumlah pelosok-pelosok yang belum tersentuh vaksin.

Dalam soal ini, yakni masyarakat yang belum tersentuh vaksin perlu mendapat perhatian. Perhatian kita semua. Jadi kita memang harus lebih siap lagi untuk menghadapinya. Jadikan keberhasilan sebelumnya menjadi acuan untuk melangkah ke depannya.(*)

baca juga :

Prokes Harus Ketat

gas

Kepincut Guru Senam

gas

PCR Rp 300 Ribu

gas