Global-News.co.id
Kesehatan Utama

Waspada Penyakit, Pilih Makanan Sehat di Hari Raya

Ketupat lengkap, hidangan khas di hari raya

SURABAYA (global-news.co.id) – Setelah satu bulan menjalani puasa Ramadhan, kita akan merayakan Hari Idul Fitri atau lebaran. Di hari raya itulah kita harus menjaga jangan sampai “lepas kontrol” membuka pintu bendungan untuk masalah makanan.

Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Jatim, Agus Sri Wardoyo, mengingatkan, risiko hiperglikemi (gula darah naik), hipertensi (tekanan darah), hiperurisemia (asam urat), hiperkolesterol akan mengintai kalau tidak hati-hati dalam menjaga makanan yang dikonsumsi di hari istimewa itu. Sedang pada anak-anak, gangguan yang muncul terkadang berupa diare atau keracunan makanan.

Disadari atau tidak, saat puasa Ramadan, banyak dari kita merasakan peningkatan, utamanya peningkatan kesehatan. “Puasa menjadikan badan lebih ringan dan berasa lebih sehat,” ujarnya Sabtu (30/4).

Agar kondisi yang sudah bagus itu tidak “memburuk” lagi, diperlukan tips agar tetap sehat di hari raya yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat.
Apa itu makanan sehat? Makanan dapat dikatakan sehat bila memenuhi tiga kriteria yaitu aman dikonsumsi, layak dikonsumsi dan bermutu. Makanan dikatakan aman dikonsumsi bila makanan tersebut sehat tidak menimbulkan penyakit.

Layak dikonsumsi yaitu makanan tidak menimbulkan perasaaan yang kurang enak dan tidak menimbulkan selera atau perasaan jijik untuk memakan, contohnya makanan yang sudah basi atau tengik. Untuk makanan yang bermutu haruslah mempunyai nilai gizi yang baik dan memenuhi angka kecukupan gizi. “Kriteria itu pula yang harus kita terapkan saat memilih, menyajikan dan mengonsumsi makanan hari raya,” kata peraih Indonesian  Dietetik Award 2011 ini.

Godaan setelah puasa akan menguji seseorang untuk mengendalikan diri di saat semua diperbolehkan untuk dimakan. Mampukah kita menjaga diri agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan pada saat hari raya di mana para sanak keluarga berkumpul dan makan bersama-sama.

Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Jatim, Agus Sri Wardoyo

Masalah kesehatan yang sering timbul di hari raya adalah timbulnya penyakit-penyakit di atas (diabetes, hipertensi), juga salah makan, yang berakibat alergi atau keracunan makanan.
Secara umum yang harus dilakukan saat memilih makanan jadi atau bahan makanan adalah berhati-hati dengan membaca label makanan terkait kandungan termasuk bahan tambahan yang aman (tidak ada boraks, formalin dan pewarna merah Rodhamin B atau menggunakan bahan tambahan yang berlebihan), tanggal kedaluwarsa,  serta kemasan yang ada utuh.

Saat Ramadan, pemerintah biasanya melakukan operasi di pusat perbelanjaan untuk mencegah penjualan makanan yang telah kedaluwarsa ini.
Sedangkan saat kita akan menyantap hidangan hari raya, maka yang perlu diingat kondisi kesehatan, apakah menderita penyakit yang telah disebutkan di atas, bila iya ada hal-hal yang harus diperhatikan.

Bagi penderita diabetes atau kencing manis, lebih baik mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan, di mana asupan karbohidrat dan protein harus sesuai takaran dan kurangi makanan yang manis-manis, seperti kue-kue, sirup atau puding dengan rasa manis berlebih yang seringkali disajikan saat Lebaran.

Bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi juga perlu berhati-hati terhadap makanan yang serba asin. Misalnya saja masakan opor ayam, ketupat, gulai daging, soto ayam, dan sejenisnya.

Penyakit lain yang potensial akan kambuh adalah peningkatan kadar asam urat. Hindari jerohan (usus, limpa, paru, hati, jantung, dan otak), kepiting kerang cumi udang.  Juga kurangi kacang-kacangan, dan bayam, buncis, kapri. Kurang minum air putih juga akan memperparah penyakit ini. Pun untuk penderita kolesterol, tentu kurangi makanan berkolesterol.

Pada anak-anak perlu didampingi saat mengambil hidangan hari raya, hindari makanan dengan kadar MSG berlebih, juga makanan yang kelihatan berwarna terlalu menyolok, karena bisa jadi ia menggunakan bahan pewarna yang tidak aman bagi makanan.

“Selain itu, jangan menyuguhkan makanan seperti tersebut di hidangan kita. Sehingga dapat dicegah keracunan makanan,” ujar dia. (ret)

baca juga :

Gandeng Pemkab, Polinema Malang Buka Tiga Jurusan di Pamekasan

gas

Foculance, Aplikasi Penyeimbang Waktu Bermain dan Belajar Anak

Redaksi Global News

Ada Syarat Vaksin Bikin Mal Makin Sepi

gas