Global-News.co.id
Sport Utama

Persib Kehilangan Teja Paku Alam karena Cedera Panjang

Teja Paku Alam menepi selama empat bulan karena mengalami cedera patah tulang jari lengan bagian kiri

BANDUNG (global-news.co.id) – Tim Persib Bandung harus kehilangan satu penjaga gawang andalan dalam masa persiapan pra musim menghadapi Kompetisi Liga 1 2022/2023. Teja Paku Alam menepi selama empat bulan karena mengalami cedera patah tulang jari lengan bagian kiri pada sesi latihan tim di bawah arahan pelatih kiper Luizinho Passos.

Passos cukup kehilangan dengan kondisi tersebut, namun dalam sepakbola situasi tersebut bisa menimpa siapa saja. Ia berharap Teja bisa secepatnya kembali ke lapangan sebelum kompetisi dimulai, namun itu tidak akan mudah bagi Teja.

“Ya dia (cedera) karena menerima tendangan saya dan dia sedang tidak beruntung. Terkadang itu terjadi di sepakbola dan saya menunggu kabar dari dokter Rafi (dokter tim) soal berapa lama Teja untuk bisa kembali berlatih lagi,” ungkap Passos.

Lebih lanjut Dokter Tim Persib Rafi Ghani memberikan penjelasan. Berdasarkan pemeriksaan x-ray, didapati gangguan metacarpal atau adanya frakstur tulang yang patah. Setelah berkonsultasi dengan dokter ortopedi, Teja baru bisa menggunakan lagi tangannya setelah empat bulan pemulihan.

“Saya pastikan cederanya karena apa memamg ada gangguan di metacarpal 4, jadi yang terlihat memang ada fraktur yang patah, tulangnya patah. Jadi mungkin ada beberapa tindakan yang akan kita lakukan,” tutur Rafi.

“Saya sudah konsultasi juga dengan dokter ortopedi, dan dokter ortopedi menyampaikan minimal untuk bisa menggunakan si lengan yang cederanya itu, kurang lebih empat bulan,” bebernya.

Situasi tersebut di atas tentu menjadi sebuah kehilangan besar bagi Persib mengingat Teja adalah penjaga gawang utama Maung Bandung musim lalu. Kini Persib menyisakan tiga penjaga gawang yakni I Made Wirawan dan dua penjaga gawang baru Fitrul Dwi Rustapa serta Satrio Azhar.

Sebelumnya tiga penjaga gawang Persib musim lalu Muhammad Natshir, Aqil Savik, dan Dhika Bayangkara memutuskan untuk meninggalkan klub. (lib, sib)

baca juga :

Komnas HAM Sebut Polisi Langgar HAM soal Tewasnya 4 Laskar FPI

Redaksi Global News

Grab Ajak Jutaan UMKM Jawa Timur Masuk Ekonomi Digital

Redaksi Global News

Nyaris Punah, Tradisi Wiwit Pari Dihidupkan Lagi di Tuban

Redaksi Global News