Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

Perbankan Tidak Dilarang Membiayai Industri Batubara

Industri perbankan tak melanggar ketentuan apapun apabila memberikan pendanaan pertambangan batubara

JAKARTA (global-news.co.id) – Industri perbankan dipandang tetap prudent meski menyalurkan pembiayaan ke sektor energi fosil termasuk pertambangan batubara. Bahkan, perbankan nasional saat ini tampak lebih agresif dalam mendorong tranformasi energi nasional dalam mewujudkan Net Zero Emission pada 2060.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep), Bisman Bhaktiar, menuturkan saat ini banyak pandangan yang menyimpang terkait penyaluran kredit perbankan ke sektor tambang. Padahal, menurutnya industri perbankan tidak melanggar ketentuan apapun apabila memberikan pendanaan pertambangan batubara.

“Tidak masalah kalau perbankan memberikan pembiayaan pada bisnis batubara,” katanya di Jakarta, Rabu (11/5/2022).

Dia melanjutkan, sejumlah negara Uni Eropa berkomitmen melakukan transisi energi. Negara di kawasan tersebut berkomitmen mengurangi atau tidak membiayai projek yang bersumber dari energi fosil. Kendati demikian, langkah itu hanya dilakukan oleh bank-bank internasional yang mengikuti kebijakan Uni Eropa.

Adapun di Indonesia, belum ada bank yang menerapkan kebijakan itu. Pasalnya tidak ada larangan apapun dari Pemerintah Indonesia bagi perbankan yang membiayai bisnis batubara.

Namun, perbankan nasional justru telah banyak menyusun peta jalan strategis dalam meningkatkan bisnis green banking yang akhirnya memunculkan banyak variasi dalam sektor energi baru dan terbarukan.

Tidak ada larangan apapun dari Pemerintah Indonesia bagi perbankan yang membiayai bisnis batubara.

Di sisi lain, perbankan internasional memang berkomitmen untuk mengikuti kebijakan Net Zero Emission dengan tidak membiayai projek yang bersumber dari energi fosil. Akan tetapi Bisman berpendapat bahwa komitmen tersebut hanya bentuk kemauan dunia, bukan sebuah dasar hukum.

“Jadi pembiayaan terhadap bisnis pertambangan batubara sama dengan  bisnis-bisnis yang lain. Bahwa perbankan harus pruden, iya. Tapi itu sifatnya sebagai wujud kehati-hatian perbankan untuk pembiayaan pada usaha apapun termasuk batubara.”

Saat ini, Indonesia ikut mendukung upaya transisi energi dengan menargetkan capaian Net Zero Emission pada 2060. Akan tetapi komitmen tersebut hanya berbentuk good will, belum menjadi sebuah aturan.

“Jadi tidak ada peraturan apapun yang dilanggar kalau ada perbankan yang ingin membiayai usaha pertambangan batubara,” terangnya. (jef)

baca juga :

Geliatkan Teater di Tengah Pandemi Covid-19, KTT Gelar Pementasan Restorasi Teater

gas

Update Corona di Jatim 19 April: 588 Positif, 56 Meninggal

Redaksi Global News

Borneo FC Diminta Cepat Berbenah, Harus Ada Pembuktian Pelatih Baru

Redaksi Global News