Global-News.co.id
Metro Raya Nasional Utama

Korban Seluncuran Kenpark Surabaya, Empat Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Dirut RSUD dr. Soetomo Surabaya, dr. Joni Wahyuhadi

SURABAYA (global-news.co.id) – Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya melakukan tindakan operasi terhadap empat orang korban ambrolnya seluncuran kolam renang Kenjeran Water Park atau Kenpark Surabaya pada Sabtu (7/5).

“Ada tujuh pasien yang kita rawat. Satu pasien kita lakukan operasi hari ini karena memang kondisinya harus dioperasi hari ini,” kata Dirut RSUD dr. Soetomo Surabaya, dr. Joni Wahyuhadi, usai mendampingi Menko PMK Muhadjir Effendy bersama Gubernur Jatim Khofifah dan Walikota Surabaya Eri Cahyadi menjenguk para korban di rumah sakit setempat, Minggu (8/5).

“Besok ada tiga pasien yang akan dioperasi, tapi operasi tidak sebesar hari ini, mudah-mudahan berjalan lancar. Sementara kondisi tiga lainnya tidak terlalu parah,” ujarnya.

Joni tidak merinci jenis operasi yang harus dijalani para korban. Namun, berdasarkan informasi sesaat setelah kejadian di Kenpark Surabaya, sebagian korban mengalami cedera patah tulang pada bagian tubuhnya karena terjatuh dari ketinggian sekitar 10 meter.

Sebenarnya ada delapan pasien korban seluncuran kolam renang Kenpark Surabaya yang dirawat di RSUD Soetomo Surabaya, tetapi satu pasien telah dipulangkan karena karena kondisinya dinilai baik.

Pasien yang saat ini dirawat terdiri dari pasien berusia dewasa dan anak-anak. Di antara mereka ada yang bersaudara.

“Dari tujuh yang kami rawat, ada satu pasien yang dimasukkan di ventilator karena memang ada gangguan di paru-paru, wajah dan otaknya. Dari penilaian kami Insyaallah bisa dilakukan pertolongan,” ujar Joni.

Selain penanganan medis, tim dokter RSUD dr. Soetomo Surabaya juga akan memberikan trauma healing atau pemulihan trauma kepada korban seluncuran Kenpark sesuai pesan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Semuanya sudah diberikan support oleh Ibu Gubernur dan Bapak Menko PMK, keluarga sudah diberi edukasi dan pesan Ibu Gubernur, kami melakukan trauma healing karena memang kelihatannya di samping cedera fisik, juga psikisnya. Pasien tadi kelihatannya ketakutan. Bisa dibayangkan jatuh dari ketinggian seperti itu,” ungkapnya.

Pemulihan secara psikis ini, kata Joni, harus dilakukan begitu kondisi pasien stabil berdasarkan orientasi waktu, orang dan tempat.

Ia menggambarkan kondisi pasien mengalami ketegangan dan trauma mendalam. “Kalau dilihat tadi wajahnya tegang. Kita bisa sadari, jatuh seperti itu tidak diduga-duga,” tuturnya. (pur)

baca juga :

Arumi Ajak Semua Pihak Cegah Stunting di Jatim

Titis Global News

Atasi Masalah Kesehatan dengan BUAIAN dan SAKINA

Redaksi Global News

Tim Gabungan Temukan 16 Potongan Besar Badan Pesawat Sriwijaya Air

Redaksi Global News