Global-News.co.id
Gresik-Sidoarjo-Mojokerto Nasional Utama

BPBD Gresik Siapkan Tim Monitoring Banjir Rob Kawasan Pesisir

Sejumlah pengendara kendaraan bermotor melintasi banjir rob di Jalan Kalianak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (19/5/2022). (foto: Antara)

GRESIK (global-news.co.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menyiapkan tim monitoring untuk memantau potensi banjir rob di pesisir wilayah itu setelah BMKG merilis informasi mengenai potensi bencana rob pada beberapa wilayah pesisir.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Gresik, FX Driatmiko Herlambang, Selasa (24/5/2022), mengatakan, potensi banjir rob di Gresik biasanya terjadi di Jl KH Kholil, Kelurahan Lumpur, Gresik Kota.

“Kami masih terus melakukan monitoring terkait informasi yang dikeluarkan BMKG tersebut. Biasanya anggota tim kami, satu hingga dua orang datang ke lokasi,” kata Miko, panggilan akrabnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi pasang surut, kondisi banjir pesisir (rob) di sebagian utara Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dapat berlangsung hingga 25 Mei 2022.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, mengatakan sejak tanggal 13 Mei 2022 BMKG telah merilis informasi potensi banjir pesisir di beberapa wilayah Indonesia bersamaan adanya fase bulan purnama dan kondisi Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi).

Ia menyebutkan, kondisi banjir pesisir terjadi di Pantai Tegal, Wonokerto-Pekalongan, Pantai Sari-Pekalongan, Pantai Batang, Pantai Tawang Kendal.

Kondisi serupa juga terjadi di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jl Raya Genuk Semarang-Demak, Pantai Karang Tengah Demak, Pantai Rembang, dan pesisir Jawa Timur.

Selain faktor curah hujan di beberapa wilayah, kata dia, gelombang tinggi di Laut Jawa yang mencapai 1,25 – 2,5 meter juga memberikan dampak terhadap peningkatan banjir rob di wilayah tersebut.

“Ketinggian banjir pesisir berbeda di tiap wilayah. Namun demikian, kondisi ini secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk menyiapkan upaya mitigasi dan adaptasi mengantisipasi dampak dari banjir pesisir tersebut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG. (ant, ins)

 

baca juga :

Pemkot Surabaya Siapkan Skema Pembangunan Rumah Sakit Gunung Anyar

Sebanyak 858 PAUD di Surabaya Diusulkan Dapat Bantuan Komputer

Redaksi Global News

Badrut Tamam Ingatkan Wartawan Bahaya Post Truth

gas