Global-News.co.id
Mancanegara Nasional Utama

Pintu Ibadah Haji Dibuka Lagi, RI Optimalkan Berapa Pun Kuota

Pemerintah Indonesia akan mengoptimalkan berapa pun kuota jamaah haji yang didapat dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi

JAKARTA (global-news.co.id) –
Pintu ibadah haji akhirnya dibuka lagi. Kabar gembira itu disampaikan pemerintah Arab Saudi, Sabtu (9/4). Dalam pengumumannya, pemerintah Arab Saudi menyebut, pada tahun ini mereka akan kembali membuka penyelenggaraan ibadah haji. Kuotanya hanya untuk 1 juta orang.

Tak banyak memang. Sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia, rata-rata 2,4 juta Muslim dari berbagai penjuru dunia datang melaksanakan rukun Islam kelima itu. Pada 2019 atau setahun sebelum terjadi pandemi Covid-19, tercatat ada 1.855.027 orang yang melaksanakan ibadah haji.

Meski tak sebanyak sebelum pandemi, pengumuman pemerintah Arab Saudi itu patut disambut gembira. Sebab, sudah dua tahun umat Muslim seluruh dunia absen melaksanakan ibadah haji.

“Kita akan optimalkan berapa pun kuota nanti yang diberikan untuk Indonesia. Bahkan, kalau bisa kita akan upayakan agar Indonesia bisa mendapat tambahan, misalnya dari kuota negara lain yang tidak terserap,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas seperti disiarkan dalam lamanwww.kemenag.go.id, Sabtu (9/4).

Pada tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19, Indonesia termasuk menjadi negara yang spesial pada ritual ibadah haji ini. Tercatat, Indonesia menjadi negara dengan kuota terbanyak dibanding negara-negara lain di luar Arab Saudi.

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019 tentang Penetapan Kuota haji Tahun 1440H/2019 M, jemaah Indonesia tercatat sebanyak 202.487 orang (jemaah reguler) dan 15.663 orang (jemaah haji khusus). Dengan jumlah itu, total jemaah haji Indonesia sebanyak 218.150 orang.

Sedangkan petugas haji Indonesia yang diikutsertakan melayani para jemaah haji, baik reguler maupun khusus ada 2.850 orang. Petugas ini meliputi petugas pelayanan umum, bimbingan ibadah, dan kesehatan.

Menurut Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, kepastian dari pemerintah Arab Saudi itu telah membuka seluruh simpul persiapan penyelenggaraan yang selama sudah dilakukan. Karenanya, saat ini pihaknya segera menindaklanjuti finalisasi sejumlah langkah taktis ibadah haji itu.

“Persiapan layanan, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, akan segera difinalkan,” kata dia.

Waktu yang tersedia saat ini memang tidak begitu panjang. Karenanya, pihaknya akan bekerja cepat dalam merampungkan persiapan, termasuk soal teknis pemilihan jemaah yang berhak berangkat sesuai ketentuan Arab Saudi dan pembinaan manasik bagi mereka.

Dalam surat pengumumannya, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi menyebut dua ketentuan bagi mereka yang boleh menunaikan haji. Kedua syarat itu, yakni:

1. Terbuka untuk mereka yang berusia di bawah 65 tahun dan telah menerima vaksinasi lengkap Covid-19 yang disetujui Kementerian Kesehatan Arab Saudi.
2. Jemaah yang berasal dari luar Kerajaan wajib menyerahkan hasil tes PCR negatif Covid-19 yang dilakukan dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

Dalam rapat kerja dengan DPR, Februari lalu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sempat mengusulkan kenaikan biaya haji pada tahun ini. Jumlahnya menjadi Rp45,05 juta. Namun angka itu baru sebatas usulan. Jika usulan itu diterima berarti ada kenaikan sebesar Rp10 juta apabila dibandingkan dengan saat terakhir kali Indonesia memberangkatkan haji pada 2019.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Subhan Cholid, menyebut, biaya protokol kesehatan yang mewajibkan jemaah haji dikarantina dan dites PCR berulangkali, menjadi penyumbang utama kenaikan biaya.

Untuk memfinalisasi biaya haji yang akan dikenakan tahun ini, Kementerian Agama dalam waktu dekat akan membicarakannya dengan DPR.

“Kita akan bergerak cepat untuk melakukan persiapan. Biaya haji juga akan segera kita finalisasi dengan Komisi VIII DPR,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief. (ip, ins)

baca juga :

Beijing Sanggah Tuduhan Virus Corona dari Laboratorium Wuhan

Redaksi Global News

Guru Besar ITS Implementasikan MDDSS pada Dua Sektor Kehidupan

Titis Global News

Khofifah Sebut Angka Kesembuhan Jatim Tertinggi Nasional dalam Sepekan

Redaksi Global News