Global-News.co.id
Mancanegara Utama

Momen Bersejarah, Salat Tarawih dan Bukber di Times Square New York

Ribuan Muslim di Amerika Serikat (AS) membuat kejutan dengan syiar salat Tarawih  dan buka bersama di Times Square, jantung Kota New York.

UMAT Islam di Amerika Serikat (AS) membuat kejutan dengan syiar salat Tarawih di Times Square, jantung Kota New York. Ribuan muslim menggelar acara buka puasa bersama (bukber) di lokasi terbuka, yang selalu ramai lalu lalang orang itu. Selanjutnya mereka melakukan salat Tarawih berjamaah. Banyak warga yang lalu lalang mengabadikan momen itu melalui kamera handphone.

ALHAMDULILLAH! Semalam telah dilangsungkan acara buka puasa dan Tarawih bersama di Pusat Kota NY, Times Square, yang diikuti ribuan anak-anak muda muslim di kota dunia ini,” kata diaspora Indonesia yang menjadi imam di Islamic Center of New York, Imam Shamsi Ali. Imam Shamsi sendiri tidak hadir dalam acara ibadah itu karena kesibukan di masjidnya sendiri.

Momen salat Tarawih itu pun menjadi viral di lini media sosial. Dilansir dari Middle East Eye, salat Tarawih itu pun menjadi yang pertama dilakukan di Times Square, New York. Kegiatan ibadah tersebut diketahui digelar pada Sabtu (2/4) waktu setempat dan direncanakan akan berlanjut di kota-kota lain.

Lantunan ayat suci Al-Quran dan ceramah tentang Islam turut dihadirkan di acara tersebut. “Kami di sini untuk menjelaskan agama kami kepada semua orang yang tidak tahu apa itu Islam,” kata penyelenggara acara ini yang juga influencer, SQ, kepada CBS News, dikutip dari The New Arab, Senin, 4 April 2022. “Islam adalah agama damai,” ucap SQ menambahkan.

SQ lewat Project ZamZam menggelar acara itu dengan membagikan sekitar 1.500 makanan. Umat Islam yang hadir di sana untuk mengikuti Salat Tarawih bersejarah ini pun berbuka puasa bersama.

“(Acara ini) memungkinkan kami menyebarkan agama Allah di salah satu tempat paling terkenal di dunia, Times Square!” tulis SQ di akun instagramnya, wayoflifesq, kemarin.

Tarawih adalah salat malam di Bulan Ramadan sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW. Sebelum kegiatan dimulai, beberapa pengguna media sosial sempat ragu jika salat Tarawih di Times Square bakal kondusif.

Alasannya ada banyak papan reklame dan alunan musik dari segala penjuru arah sehingga suasananya sangat bising. Maklum, Times Square merupakan pusat keramaian di kota New York sehingga tidak cocok untuk ibadah. Tapi sepertinya tujuan acara ini untuk syiar Islam sehingga dipilih lokasi yang paling terkenal tersebut.

Penyelenggara acara Salat Tarawih dan Bukber di Times Square, SQ, berharap orang-orang yang menonton salat berjamaah tersebut dapat membantu non-Muslim belajar mengenai Islam.

Pasalnya, dia menyebutkan, akibat adanya serangan 9/11 tanggapan banyak orang mengenai Islam selalu negatif sehingga kerap dijadikan perlawanan dari sebagian masyarakat yang suka menyebar kebencian. Acara ini juga bertujuan untuk mengikis Islamophobia di negeri Paman Sam.

SQ menyebut gelaran salat Tarawih di Times Square itu dihadiri oleh sekitar 1.200 orang. Usai umat muslim melakukan salat Tarawih di Times Square banyak masyarakat membicarakannya. Termasuk di dunia maya. “Times Square membawa orang-orang dari seluruh NYC dan dunia. Dan itu sungguh menggetarkan,” kata SQ.

Momen salat Tarawih itu pun menjadi viral di lini media sosial

Pro dan kontra atas kegiatan tersebut terjadi usai video dan fotonya viral di media sosial. “Mereka tidak menggunakan #TimesSquare untuk sholat Tarawih saja. Silaturahmi satu hari itu diorganisasi untuk menandai awal Ramadhan (termasuk IFTAR & Sholat). Sekitar 1,5 ribu makanan dibagikan kepada para peserta & orang-orang di sekitar,” ujar akun @imaejaz.

“Terima kasih AS dan orang-orang New York karena sabar dan toleran di The Times Square,” tulis akun @taurasian.

“Harapannya komunitas-komunitas muslim berkumpul untuk menyuarakan menentang kekejaman yang terjadi. Saya hanya merasa bahwa mayoritas yang diam tidak pernah cukup vokal untuk berbicara menentang mereka yang membawa kesan negatif & melakukan segala macam hal yang salah dengan mengatasnamakan agama,” tulis akun @Equality4all21.

Namun ada juga yang mengkritik. “Apakah ini benar-benar pengaturan yang tepat untuk sholat. Hanya papan reklame dan iklan dengan beberapa pesan yang tidak begitu bagus,” tulis akun @z_is_now.

“Pasti ada tempat yang lebih baik untuk berdoa. Pergi ke masjid setempat terdengar lebih baik,” tulis salah seorang pengguna Twitter. Yang lain khawatir atas keamanan umat Islam mengingat maraknya serangan Islamophobia di Amerika Serikat.

Aktivis media sosial Denny Siregar dalam akun Twitter @Dennysiregar7 juga mengkritik. Ia merasa heran mengapa memilih menyelenggarakan salat Tarawih di Times Square padahal di New York sana sudah dibangun masjid.

“Gini kok gak pengen dihujat? Udah dikasi masjid yang bagus, malah ganggu orang. Ntar kalo disentil, maen penggal,” kata dia dari Twitter @Dennysiregar7. Denny Siregar memang dikenal suka mengkritik umat Islam.

Salah satu panitia salat Tarawih saat Ramadan di Times Square New York, Ali Camara, menanggapi enteng kekhawatiran akan Islamophobia tersebut. Ia yakin hal ini bisa meningkatkan hubungan antaragama di Amerika Serikat. “Anda bekerja dengan orang-orang ini. Anda naik kereta dengan orang-orang ini. Kita semua benar-benar satu,” katanya.

Meski demikian, sejatinya acara keagamaan seperti Salat Tarawih di Times Square ini sudah biasa sebab Amerika negara demokratis. Imam Shamsi Ali mengatakan, salat di Times Square adalah hal yang biasa.

“Teman-teman, kegiatan salat Tarawih semalam di Times Square itu hal biasa dilakukan di NY,” kata dia dikutip dari Twitter @ShamsiAli2, Rabu (6/4).

Maka, kata dia, ini merupakan bagian dari religious freedom. Bukan karena kurangnya masjid di kota New York sebab di kota dunia ini sudah banyak masjid. Termasuk masjid yang dibangun umat Islam asal Indonesia.

“Ada 300-an masjid di kota NY. Tapi itu murni mengekspresikan eksistensi, sekaligus izzah (tidak malu/takut) sebagai Muslim di kota ini,” ujarnya.
Imam Shamsi dalam cuitannya juga mengunggah beberapa foto. Shamsi Ali pun menjelaskan perihal foto tersebut.

“Ada dua foto yang saya posting di sini. Satu, acara Tarawih semalam. Kebetulan saya tidak ikut karena kesibukan juga di masjid. Satu lagi Parade Islam yang kebetulan saya yang pimpin sebelum Pandemi. Jadi ini biasa. Polisi membantu menutup jalan dan menjaga keamanan,” paparnya. (wis, rpk)

baca juga :

Vaksinasi Booster, Capaian di Kota Malang 27,29 Persen

Kemenangan Patut Disyukuri, Borneo FC Diminta Jangan Lengah

Redaksi Global News

SKK Migas Buat Terobosan Percepat Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Redaksi Global News