Global-News.co.id
Secangkir Kopi

Menyambut Ramadhan 2022

BULAN Suci Ramadhan tak lama lagi tiba. Umat Islam di berbagai dunia akan menyambutnya dengan hati yang gembira. Ada sejumlah pertanyaan di sejumlah kalangan, bagaimana dengan sembako selama Ramadhan hingga Idul Fitri nanti? Mengapa? Karena sebelumnya kita dihadapkan oleh bergejolaknya harga minyak goring. Lalu bagaiman dengan sembako lainnya.

Karena itulah, kita penuh berharap agar harga beberapa komoditas kebutuhan pokok belum memberi rasa nyaman bagi semua rumah tangga. Padahal, tinggal beberapa hari lagi masyarakat akan memasuki dan melaksanakan ibadah bulan suci Ramadhan. Di tengah antusiasme masyarakat menyongsong bulan Ramadhan 2022, beberapa komoditas kebutuhan pokok masih saja menjadi persoalan. Kasus kelangkaan minyak goreng belum terselesaikan. Artinya, harga minyak goring yang naik banyak dikeluhkan oleh emak-emak.

Sementara itu, sumber masalah yang menyebabkan rusaknya jalur distribusi minyak goreng pun belum teridentifikasi. Pemerintah menegaskan stok minyak goreng melimpah, bahkan sudah melebihi kebutuhan nasional. Hingga 8 Maret 2022, sebanyak 415.787 ton minyak goreng telah didistribusikan ke pasar dari skema domestic market obligation (DMO).

Sementara itu, harga gula mulai merangkak naik. Harga komoditas gula di sejumlah pasar mulai merangkak naik sejak sejak awal Maret 2022. Sekarang harga komoditas tersebut di kisran Rp 15.000 per kg, padahal sebelumnya hanya kisaran Rp 12.000. Ini menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat.

Sebelumnya juga terdengar, produsen tahu-tempe bersama konsumennya pun masih harus menghadapi situasi tidak nyaman karena harga kedelai belum akan turun. Bahkan sebaliknya, pada pekan pertama Maret 2022, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah memastikan bahwa harga kedelai berpotensi naik menjadi Rp 12.000 per kilogram dari sebelumnya di level harga Rp 11.300 per kilogram. Berkat kelancaran impor, Kemendag juga memastikan ketersediaan kedelai aman sampai puasa dan Lebaran 2022.

Kita memang perlu mengingatkan bahwasanya, kita segera menjalankan atau memasuki Bukan Ramadhan. Dan tak lama lagi, umat Islam akan merayakan Idul Fitri. Bertolak pada kenyataan inilah, pemerintah diharapkan bekerja lebih keras untuk mengendalikan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok, agar masyarakat nyaman menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan 2022. (*)

baca juga :

PPKM Mikro-Ramadhan

gas

Tarawih, Jangan Kendor Melaksanakan Prokes

gas

Cinta Pertama Gadis Madura

gas