Global-News.co.id
Metro Raya Politik Utama

Marak Tawuran, Herlina Harsono Nyoto: Surabaya Darurat Gangster

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Herlina Harsono Nyoto

SURABAYA (global-news.co.id) –
Beberapa hari ini marak terjadi aksi tawuran yang melibatkan pemuda berstatus pelajar di Surabaya. Kabar terbaru, aksi tawuran melibatkan puluhan pemuda terjadi di Jl Ngaglik, Simokerto, Selasa (12/4), menjelang subuh.  Sejumlah pelaku diduga membawa senjata tajam.

Insiden ini menambah daftar panjang, kasus tawuran yang sebelumnya terjadi di kawasan Jl.Tambak Asri, pada pekan lalu. Yang menimbulkan seorang korban luka bacok.

Rangkaian kasus ini membuat anggota komisi D DPRD Surabaya, Herlina Harsono Nyoto, khawatir. Jangan sampai Surabaya yang selama ini bebas dari kenakalan remaja di malam hari, sekarang menjadi marak.

“Sehingga ada opini mengatakan, Surabaya saat ini darurat gangster. Hal ini patut diwaspadai, jangan sampai bermunculan, kemudian mendorong anak-anak muda yang lain untuk berbuat serupa,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, tawuran antar pelajar saat menjelang sahur, merupakan cermin buruknya sosialiasi antar-masyarakat. Akibat pandemi yang sudah berlangsung selama 2 tahun.

“Dan saya melihat fenomena itu marak, dan ini menunjukkan masyarakat Surabaya membutuhkan adaptasi kembali, akan pola-pola bersosialisasi antar masyarakat,” ungkap Herlina.

Ia menambahkan, ketika aktivitas Ramadan kembali normal, maka budaya guyub rukun khas Surabaya itu harus di kembalikan. “Misalnya dikondisikan dengan cara poskamling atau ronda,” ujarnya.

Kemudian perlu dilakukan sosialisasi di tingkat RT maupun RW. “Kenakalan ini merupakan lampu kuning menuju merah. Aspek psiko-sosial terhadap mereka ini perlu diasah, dan ini juga bisa dilakukan di tingkat sekolah,” kata Herlina.

Sementara itu aparat pemerintah seperti Linmas, Satpol PP, kepolisian dan TNI turut memperkuat dengan melakukan razia di kawasan yang potensial terjadi tawuran.

“Misalnya di kawasan yang sepi atau malah ramai. Kalau sepi memang ada niat tawuran, kalau ramai ketika terjadi interaksi kadang-kadang tidak terkontrol,” kata Herlina.

Herlina kembali menegaskan  butuh gotong royong dari masyarakat dan aparat untuk menanggulangi ini. (pur)

baca juga :

Gunakan Posko Pusura, Deputi BNPN Ingin Memutus Mata Rantai Sebaran COVID-19 di Surabaya

Redaksi Global News

BI Luncurkan Gerbang Pembayaran Nasional Dukung Interkoneksi Perbankan

Redaksi Global News

Kenali Cara Jaga Kesehatan Reproduksi Perempuan saat Menstruasi

Redaksi Global News