Global-News.co.id
Sport Utama

Lepas Striker Asing, Borneo FC Tak Lakukan Perombakan Besar

Francisco Torres resmi dilepas dan Jonathan Bustos statusnya belum aman

SAMARINDA (global-news.co.id) – Borneo FC memastikan masih memakai jasa dua pemain asing Kei Hirose dan Javlon Guseynov. Sementara Francisco Torres resmi dilepas dan Jonathan Bustos statusnya belum aman.

Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin, menuturkan, kontrak Bustos dan Torres berakhir bulan ini. Nama terakhir resmi dilepas karena tak menemui kesepakatan perpanjangan kerja sama.

“Terima kasih untuk Torres. Pemain yang punya loyalitas tinggi untuk klub. Semoga sukses di karir selanjutnya,” ucap Nabil.

Disinggung soal Bustos, Nabil menjelaskan masih menunggu kedatangan pelatih anyar, Milomir Seslija. Eks juru taktik Arema FC ini yang akan melakukan evaluasi berdasarkan kebutuhan taktik dan strategi.

Pelatih asal Bosnia ini memang belum tiba di Samarinda meski sudah dikenalkan ke publik. Semua keputusan soal pemain bakal diambil penuh Milo. “Masih menunggu kedatangan pelatih. Kami akan diskusikan soal pemain asing,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Nabil menjelaskan, Borneo FC tidak melakukan perombakan besar untuk Liga 1 2022/2023. Materi pemain yang ada sudah dinilai sangat baik, jadi hanya beberapa nama yang akan dilepas.

Namun, pengusaha muda itu tak merinci siapa pemain yang tak diperpanjang kontraknya. Yang pasti, Gianluca Pandeynuwu, Marckho Sandy, Boaz Solossa dan Safrudin Tahar yang resmi dilepas.

Sejauh ini, Borneo FC baru mengumumkan kedatangan dua pemain lokal. Mereka adalah kiper senior, Shahar Ginanjar dan gelandang, Misbakus Solihin.

Satu pemain yang kemungkinan besar diumumkan Borneo FC adalah Indra Mustafa. Bek serba bisa itu telah dilepas Persib Bandung dan mengonfirmasi akan ke tim Pesut Etam. (lib, beo)

baca juga :

Program 1 Day With Experts PEM Akamigas, IBEKA Ingatkan Mahasiswa sebagai Ujung Piramida

Titis Global News

Pelindo III Ajak Ratusan Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

Redaksi Global News

Pasar Kapasan Sementara Tidak Beroperasional

Redaksi Global News