Global-News.co.id
Jember Raya Nasional Utama

Kasus Video Ajaran Sesat, Polres Situbondo Mintai Keterangan Gus Idris

Gus Idris (tengah) memberikan klarifikasi soal video viral ajaran sesat di hadapan Pengurus Cabang NU Situbondo. Minggu (17/4)

SITUBONDO (global-news.co.id) – Penyidik Polres Situbondo, Jawa Timur, memintai keterangan pemilik akun YouTube Gus Idris Official mengenai viralnya potongan video dengan judul G3MP4R…D4TANG1 4J4R4N S3S4T KY4I SY4R1F S1TUBONDO yang diunggah di media sosial facebook oleh akun anonim “Husain”.

Kapolres Situbondo, AKBP Andi Sinjaya, mengatakan, Gus Idris datang bersama kru tim kreatifnya memberikan keterangan kepada penyidik bahwa semula dalam video yang asli merupakan konten edukasi.

“Gus Idris hadir bersama timnya sudah memberikan keterangan terkait video yang tersebar sudah diedit oleh pihak lain dan ditambahkan tulisan Situbondo, kemudian diunggah oleh akun facebook Husain sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat Situbondo,” ujar Andi Sinjaya di Situbondo, Senin.

Dalam keterangan kepada penyidik, Gus Idris menjelaskan konten YouTube yang berdurasi 38 menit itu bertujuan mengedukasi masyarakat jangan sampai terjebak dalam ajaran sesat dan menyesatkan, serta berhati-hati dalam memilih guru, seperti yang diperankan oleh masyarakat dan berperan sebagai tokoh “Kiai Syarif” dalam konten video YouTube tersebut.

“Kemarin setelah Gus Idris memberikan keterangan di polres, langsung silaturahmi dan tabayyun ke PCNU Situbondo,” kata Kapolres.

Di Kantor PCNU Situbondo, Gus Idris ditemui Rais Syuriah K.H. Zainul Mu’in, Wakil Rais Syuriah K.H. Jaiz Badri Masduki, Ketua PCNU Situbondo K.H. Muhyidin Khatib, Ketua GP Ansor Yogie Kripsian Sah, Wakil Khatib PCNU Ustadz Zakaria, Sekretaris PCNU Ustadz Kholqi Rahmad, Ketua Lembaga Dakwah Situbondo Dr. Ahmad Nur, dan Kapolres Situbondo AKBP Andi Sinjaya.

Dalam pertemuan itu, Ketua Rais Syuriah PCNU Situbondo K.H. Zainul Mu’in meminta kepada Gus Idris agar dalam syiar agama dengan media sosial dilakukan secara halal, secara syar’i dan secara baik, bukan sekadar mencari popularitas.

“Apabila membuat konten video syiar agama atau edukasi untuk masyarakat jangan ceroboh dan harus cermat serta memahami norma-norma agama secara benar, jangan hanya mementingkan untuk popularitas,” kata Kiai Zainul.

Ucapan senada juga disampaikan Ketua PCNU Situbondo KH Muyidin Khatib yang meminta Gus Idris membuat konten syiar agama dengan tema atau sajian yang bermanfaat, tidak hanya membuat video yang mengundang kontroversi, apalagi mudah dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.

“Seperti halnya yang sudah terjadi, berdampak tidak baik bagi Kabupaten Situbondo,” katanya.

Setelah klarifikasi dan silaturahmi, Gus Idris dan tim kreatifnya membuat pernyataan secara lisan dan tertulis bermaterai untuk tidak lagi membuat konten-konten video yang membuat resah masyarakat.

“Permohonan maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak atas video yang beredar dan mohon bimbingan, arahan, dan petunjuk para tokoh ulama dalam bermedia sosial atau bekonten sebagai pegangan kami dalam pembuatan video. Apabila terjadi pelanggaran serupa, kami siap diproses secara hukum yang berlaku,” kata Gus Idris. (ntr, ins)

baca juga :

Penelitian PT Ungkap Positif COVID-19 di DKI Jakarta Sudah Mencapai 32.000 Orang

Redaksi Global News

Super Elang Jawa Waspadai Motivasi Tinggi PSM

Usia 60 Tahun, Haryanto Jadi Wisudawan Tertua di Wisuda ITS ke-122

Redaksi Global News