Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Tapal Kuda Utama

Jumlah Pemudik dengan Kereta Api di Stasiun Pasuruan Meningkat 288%

Penumpang yang naik kereta api dari Stasiun Pasuruan meningkat tajam

PASURUAN (global-news.co.id) –
Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1443 H, jumlah penumpang kereta api di Stasiun Pasuruan terus mengalami peningkatan. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya bahkan mencapai 288%.

Kepala Stasiun Pasuruan, Bangkit Wijayanto, mengatakan, peningkatan jumlah pemudik yang naik kereta api melalui maupun yang melewati Stasiun Pasuruan sudah mulai terlihat sejak H-10 Lebaran.

Menariknya, kenaikan jumlah penumpang yang sampai mencapai 288% terjadi pada H-4 Hari Raya, yakni dari yang diprogramkan sebanyak 54 penumpang. Namun realisasinya mencapai 156 orang.

“Rata-rata tidak sampai 100 penumpang dalam 1 hari kalau dilihat data mulai H-10. Namun, kenaikan yang cukup fantastis terjadi pada H-4 lebaran. Ada 156 penumpang yang naik kereta melalui Stasiun Pasuruan,” kata Bangkit saat ditemui di Stasiun Pasuruan, Jumat (29/4).

Ia mengatakan, ada belasan kereta api yang beroperasi untuk perjalanan jarak jauh. Antara lain kereta api Sri Tanjung jurusan Ketapang-Lempuyangan; Wijaya Kusuma jurusan Ketapang-Cilacap; Mutiara Timur jurusan Ketapang-Jogjakarta; Ranggajati jurusan Jember-Cirebon; Tawang Alun dengan rute Ketapang-Malang Kota Lama dan Logawa jurusan Jember-Purwokerto.

“Selebihnya perjalanan kereta api lokal dan perjalanan kereta api komuter,” kata Bangkit.

Selama menggunakan jasa kereta api untuk mudik, vaksinasi Covid-19 tetap menjadi syarat utama bagi calon penumpang. Bahkan, jika merujuk adendum SE Kemenhub Nomor 49/2022 dan adendum SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 16/2022, vaksinasi juga menjadi syarat bagi penumpang anak-anak dan remaja.

“Penumpang dengan usia 6 hingga 17 tahun wajib menunjukkan bukti vaksinasi,” kata dia.

Bila sudah divaksin primer lengkap, mereka tidak lagi diwajibkan menyertakan hasil negatif rapid test antigen maupun PCR. Namun, bila baru vaksinasi dosis pertama harus disertai dengan hasil negatif tes PCR yang berlaku 3×24 jam sebelum keberangkatan.

“Sedangkan yang belum divaksin karena alasan kesehatan harus menunjukkan hasil tes PCR dan keterangan dokter,” ungkapnya.

Bangkit memperkirakan, meningkatnya jumlah penumpang menjelang Lebaran akan terus terjadi. “Prediksi kami untuk puncak arus mudik akan terjadi pada 30 April,” kata dia. (ins, sur)

baca juga :

Tekan Bencana Banjir, Komisi D Monitoring Hilir Bengawan Solo

Redaksi Global News

Teco Ungkap Kunci Kemenangan Bali United Atas Persija

Redaksi Global News

Arab Saudi Tangguhkan Salat di Masjid-Masjid Seluruh Negeri, kecuali Masjidil Haram dan Nabawi

Redaksi Global News