Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Nasional Utama

Jelang Migrasi TV Digital, Warga 9 Kabupaten di Jatim Dapat Bantuan STB

Dari kiri, Imawan Mashuri, Hudiyono, dan Eko Pamuji dalam Dialog Khusus yang diselenggarakan Stikosa – AWS, Kamis (21/4).

SURABAYA (global-news.co.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberi bantuan alat migrasi dari TV analog ke TV digital berupa Set Top Box (STB)  kepada warga miskin di  9 kabupaten.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jatim, Dr Hudiyono MSi, mengatakan,  bantuan gratis STB ini  merupakan program Kementerian Kominfo untuk warga masyarakat miskin yang mempunyai TV analog agar mereka tetap bisa menikmati siaran TV digital nantinya. Rencananya, pelaksanaan migrasi ke siaran televisi digital di Jatim serempak dilakukan pada 30 April 2022.

“Untuk Jawa Timur, Bu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) memerintahkan pemberian bantuan alat gratis ini (STB-red) agar dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama, bantuan diberikan kepada warga di 9 kabupaten,” ujar Hudiyono dalam  Dialog Khusus bertema ‘Peluang dan Tantangan TV Digital’  yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi – Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa – AWS) bekerjasama dengan Dinas Kominfo Provinsi Jatim  dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jatim,  Kamis (21/4).

Sembilan kabupaten yang dimaksud di antaranya,  Kabupaten Sampang, Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep), Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Untuk menyukseskan sosialisasi Cetar migrasi siaran TV digital di Jawa Timur, Dinas Kominfo Jatim terus  bersinergi dan bekerjasama dengan banyak pihak termasuk para awak media serta akademisi. Salah satunya kegiatan sosialisasi melalui dialog khusus yang dibuka oleh Ketua Stikosa–AWS, Dr Meithiana Indrasari ST, MM.

Dalam dialog yang berlangsung di ruang Multi Media Stikosa-AWS tersebut, Hudiyono menjelaskan tentang peluang dan tantangan TV digital secara sederhana agar mudah dipahami masyarakat. Di antaranya dengan bermigrasi ke TV digital, masyarakat dapat menikmati kualitas gambar dan suara jauh lebih baik dari TV analog.

Susana pelaksanaan Dialog Khusus yang diselenggarakan Stikosa – AWS

Hal tersebut selaras dengan pemikiran Imawan Mashuri, mantan Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia wilayah Jatim yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT) –yayasan yang menaungi Stikosa – AWS.

Imawan menyebut, perubahan TV analog ke TV digital ini adalah sebuah keniscayaan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, untuk menikmati kualitas audio visual TV digital.

“Sederhananya begini, dengan Set Top Box yang harganya relatif murah dijangkau sebagai konverter peralihan dari TV analog ke TV digital. Nantinya, seiring diberlakukannya siaran TV digital, pemilik TV analog  masih bisa menonton program kesayangannya dengan kualitas visual dan audio yang jernih dan lebih bagus,” terangnya.

“Yang perlu dipahami, untuk masyarakat tidak terlalu sulit. Yang selama ini dari TV analog –TV yang pakai antenna– bergeser ke TV digital,” imbuh Imawan.

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur, Eko Pamuji, yang menyambut baik langkah pemerintah dalam mempersiapkan perubahan TV analog menjadi TV digital. Namun demikian, JMSI berharap bantuan pemerintah memberikan bantuan gratis alat STB tersebut tepat sasaran, benar– benar diberikan pada masyarakat miskin pengguna TV analog.

Lebih lanjut dikatakan, yang lebih penting untuk menghadapi peluang dan tantangan TV digital ini adalah bagaimana para kreator konten membuat program dan konten–konten yang lebih menarik lagi karena akan semakin baik kualitas TV digital itu sendiri.

“Untuk bisa berkompetisi dengan media sosial, saya lebih tertarik untuk mencermati konten–konten TV digital nantinya akan lebih bagus lagi. Kualitas gambar sudah bagus dan suaranya jernih, bagaimana itu bisa dimanfaatkan lebih baik lagi,” kata Eko yang juga Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim.

Acara dialog khusus tersebut diakhiri dengan pemberian santunan dan bingkisan bagi anak–anak Yayasan Yatim Piatu Addinu Waddunya (Adinda) Surabaya, oleh Kepala Dinas Kominfo Jatim, Ketua YPWJT, dan Ketua Stikosa–AWS. (ret)

baca juga :

Jumlah Positif COVID-19 Tinggi, Jatim Justru Menang Lomba New Normal

Redaksi Global News

Formasi Baru Persela Lebih Prospektif

Redaksi Global News

Pastikan Paskah Berlangsung Aman, Kapolresta Sidoarjo Patroli Gereja

Redaksi Global News