Global-News.co.id
Cahaya Ramadhan Utama

Idul Fitri, Hari Lahirnya Manusia Hebat

Oleh Masdawi Dahlan

DI antara hewan yang tercipta melalui proses metamorfosis adalah kupu-kupu. Diawali kupu-kupu induk bertelur di sehelai daun yang ada di ranting pohon, lalu dalam waktu beberapa hari, telur kupu-kupu itu menetas, dan kemudian menjadi larva atau ulat.

Proses selanjutnya setelah melalui perjalanan waktu, ulat itu akan berubah menjadi kepompong. Ketika kepompong menetas, maka ulat tersebut telah berubah menjadi kupu-kupu muda, yang kemudian akhirnya berproses lagi sehingga menjadi kupu-kupu dewasa.

Kupu-kupu adalah hewan yang indah, tubuh dan sayapnya berwarna warni mempesona. Dia tidak hanya disenangi anak anak dan kaum wanita, namun kalangan pria dewasa juga sangat suka jika kupu kupu hinggap di tubuhnya.

Ternyata kupu-kupu yang indah itu berasal dari makhluk bernama ulat yang biasanya banyak orang tidak menyukainya. Kebanyakan orang akan merasa jijik. Jangankan memegang, melihat saja banyak orang yang tidak suka pada ulat. Namun ketika bermetamorfosis menjadi seekor kupu-kupu indah, maka semua orang sangat menyenanginya.

Proses metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu itu sama dengan ibadah puasa Ramadhan yang dilakukan oleh umat Islam. Puasa Ramadhan yang diperintahkan Allah SWT adalah momentum metamorfosis manusia untuk menjadi makhluk yang memilki fisik yang sehat, akhlak mulia dan berbudi pekerti luhur.

Puasa Ramadhan momentum bagi manusia untuk mengubah dirinya menjadi manusia yang sehat jasmani dan rohani. Menahan diri dari rasa lapar dan dahaga selama berpuasa, secara medis akan berpengaruh pada peningkatan kesehatan manusia. Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda:

“Berpuasalah agar kamu sehat ”.

Selama menjalankan puasa Ramadhan, selain memperbaiki kualitas ibadah wajib, kaum muslimin juga dianjurkan untuk banyak melakukan ibadah sunnah, baik sunnah sosial berupa sadaqah dan membantu kaum yang lemah, maupun sunnah ritual seperti salat sunnah dan banyak membaca Al Quran.

Allah SWT juga menjanjikan bagi yang melaksanakan ibadah sunnah akan diberi pahala seperti pahala ibadah wajib dan ibadah wajib akan diberi pahala berlipat lipat. Ibadah sunnah sosial melahirkan manusia yang terbiasa memiliki kepekaan dan kepedulian sosial.

Dalam bulan Ramadhan Allah SWT juga memerintahkan umat Islam untuk melakukan introspeksi diri, menghitung seberapa banyak dosa yang pernah dilakukannya, untuk kemudian beristighfar kepada Allah SWT. Bagi orang yang berpuasa di bulan Ramadhan ini Allah akan mengabulkan doa dan permintaannya.

Allah SWT menjanjikan akan mengampuni dosa bagi orang yang berpuasa dan membuka jalan yang lebar untuk memasuki surga-Nya. Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

“Jika datang bulan Ramadhan, maka dibuka lebar pintu surga dan ditutup rapat pintu neraka dan setan-setan akan dibelenggu.”

Seorang yang telah menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan baik, selain memilki fisik sehat juga akan memiliki sikap peka dan peduli pada kondisi sosial yang mengitarinya. Dia akan menunjukkan sikapnya yang berakhlak mulia suka membantu kepada sesamanya. Lebih dari itu dia akan menjadi manusia yang makin baik ibadahnya.

Dia juga akan menjadi insan yang bersih dan suci karena dosa dosanya telah diampuni oleh Allah SWT. Dalam dirinya juga terdapat kematangan jiwa sebagai pantulan sinar iman dan banyaknya amal sholih yang dijalankan selama puasa Ramadhan.

Perpaduan antara fisik sehat, jiwa suci dan kematangan mental sebagai pengaruh iman dan amal baik, akan menampilkan sosok manusia yang berakhlak mulia. Sosok manusia yang disebut oleh Allah sebagai manusia taqwa. Manusia yang luar biasa lahir dan batin, yang akan bisa menjalankan tugasnya dengan baik sebagai khalifatullah.

Hari Lahirnya Manusia Hebat

Setelah selesai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, umat Islam akan merayakan hari raya Idul Fitri. Idul Fitri berarti hari raya kesucian, hari raya fitrah, kembali kepada fitrah. Dikatakan sebagai hari raya fitrah karena pada hari itu umat Islam yang berpuasa Ramadhan telah bersih dari noda dan dosa. Pada Idul Fitri itulah lahir manusia istimewa, manusia suci, hebat dan bermental paripurna.

Manusia istimewa yang dilahirkan dari produk puasa Ramadhan adalah manusia yang akan bisa melaksanakan tugas kehidupannya dengan baik. Dia akan menjadi warga negara yang baik, yang taat pada tuhannya, taat pada aturan kehidupan berbangsa dan bernegara, dan menjadi manusia yang bermanfaat dan memiliki kepedulian pada bangsa dan sesamanya.

Bangsa Indonesia kini dalam keadaan yang tidak baik baik saja. Negeri ini sedang di ambang kebangkrutan dalam banyak aspek kehidupannya, jika tidak melakukan perbaikan secepatnya.

Kondisi ekonomi negara yang morat marit, dan carut marutnya perpolitikan yang tak terkendali, serta kecemasan masyarakat akan munculnya gejolak social, harus segera dihentikan dan dicarikan solusi.

Jika semua warga muslim Indonesia yang telah selesai menjalankan ibadah puasa Ramadhan, mampu mengejawantahkan akhlaknya yang baik sebagai produk puasa Ramadhan, akan sangat banyak membantu untuk melakukan perubahan.

Sebagai umat mayoritas, umat Islam akan sangat diharap perannya dalam menyembuhkan penyakit yang diderita bangsa ini.

Jangan sampai puasa Ramadhan hanya berakhir dengan sia-sia, karena tidak bisa membuahkan dampak positif terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan dan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam ajaran Islam setiap peribadatan pasti dituntut memiliki dampak individual maupun dampak social kemasyarakatan.
Rasulullah Muhammad SAW mengingatkan dalam sabdanya:

“Barang siapa yang melakukan puasa Ramadhan, namun tidak bisa menghentikan perkataan dan perbuatan buruk yang selama ini dilakukan, sungguh Allah SWT tidak butuh dengan puasa orang tersebut”.

Idul Fitri ini adalah momentum bagi kaum muslimin untuk menunjukkan baktinya dalam memperbaiki kondisi bangsa. Akhlak mulia sebagai produk dari puasa Ramadhan harus diwujudkan bersama guna menyelesaikan berbagai kemelut bangsa. Selamat Idul Fitri 1443 Hijriyah, Taqabbalallah Minna Waminkum. (*)

baca juga :

Dr Pitoyo Dilantik Jadi Ketum IDIK UNPAD

gas

Berkat ‘Rindu KIA’ Kulon Progo Raih PAKI Award 2019

Redaksi Global News

Surabaya Ngotot Buka Sekolah, Dewan Sebut Kalau Terjadi Sesuatu Masyarakat Dipersilakan Pidanakan Dinas Pendidikan

Redaksi Global News